Berita

Syarief Hasan/net

Syarief Hasan Bersyukur Penyaluran KUR 2013 Lampaui Target

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 21:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan bersyukur penyaluran Kredit Usaha Rakyak (KUR) 2013 sebesar Rp 35 triliun telah melampaui target. Hingga pekan kedua bulan Desember ini, total KUR yang telah terealisasi sebesar Rp 36 triliun.

"Syukur Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik," ujar Syarief dalam acara Workshop pengembangan kerjasama peran dunia usaha, perguruan tinggi dalam perberdayaan KUKM melalui program CSR di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (17/12).

Kepada pihak banker, Syarief menyampaikan apresiasi yang tinggi, karena telah mendukung program pemerintah tersebut. Kata Syarief, ada sekitar 26 perbankan daerah dan 6 bank pemerintah yang diamanahkan untuk menyalurkan KUR kepada jutaan UMKM dan koperasi di tanah air, diantaranya Bank Mandiri, Bukopin, Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah BRI dan sebagainya.


"Terima kasih kepada para perbankan yang telah tekun dan melayani para pelaku UKM," imbuhnya.

Sebelumnya Ketua Harian Partai Demokrat ini berharap penyaluran KUR pada tahun 2013 ini bisa menembus angka Rp 40 triliun. Target tersebut, kata Syarief, merupakan hal wajar mengingat realisasi penyaluran kredit untuk usaha kecil ini pada tahun lalu telah mampu mencapai Rp 33 triliun atau lebih tinggi dari proyeksi sebesar Rp 30 triliun.

Sejak 2007, tambah Syarief, pemerintah dan perbankan telah menyalurkan KUR hingga mencapai Rp 117 triliun. Nilai KUR setiap tahun memang terlampaui karena untuk mendapatkan KUR saat ini sangat mudah dengan rata-rata interest KUR 0,95 persen per bulan.

"KUR dengan nominal Rp 20 juta, tidak menuntut pemberian jaminan atau agunan bagi para debitur. Sistem ini memberikan peluang bagi pelaku UMKM maupun koperasi agar dapat memiliki bisnis yang layak serta bisa dipertanggungjawabkan," demikian Syarief. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya