Berita

Pertahanan

Demo Kapal Perang dan Terjun Payung Pukau Ribuan Masyarakat Sulteng

MINGGU, 15 DESEMBER 2013 | 15:43 WIB | LAPORAN:

Ribuan masyarakat Kabupaten Palu dan sekitarnya yang termasuk dalam wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) berbondong-bondong memadati Pantai Talise, Palu-Sulteng.

Mereka datang untuk menyaksikan demo 12 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sedang melaksanakan Sailing Pass, dan atraksi terjun payung free fall oleh para penerjun pilihan dari Batalyon Intai Amfibi-1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada puncak acara Hari Nusantara (Harnus) 2013, Minggu (15/12).

Acara dengan tema "Setinggi Langit Sedalam Samudera Adalah Potensi Pariwisata dan Kreatifitas Nusantara yang Tak Terhingga" ini disaksikan Wakil Presiden, Boediono beserta Hj. Herawaty, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, para petinggi TNI termasuk Wakasal Laksamana Madya TNI Hari Bowo, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, sejumlah gubernur dan bupati di Indonesia, tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.
 

 
Pada kesempatan tersebut Wapres menyematkan tanda kehormatan berupa Satya Lencana Wira Nusa kepada Sertu Marinir Ade Putra dari Batalyon Intai Amfibi-1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik saat menjadi pasukan pengamanan pulau terluar, yakni Pulau Brass pada tahun 2010.
 
Adapun unsur-unsur dari TNI Angkatan Laut yang terlibat dalam Sailing Pass pada Harnus 2013 terdiri dari 12 unsur, yakni: satu unit kapal kelas Van Speijk (VS), satu unit kelas Sigma, satu Landing Platform Dock (LPD), dua Kapal Cepat Rudal (KCR), lima Fast Patrol Boat (FPB), dan dua Patroli Cepat (PC).
 
Sementara nama-nama kapalnya adalah KRI Abdul Halim Perdanakusuma (AHP)-355, KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366, KRI Makassar (MKS)-590, KRI Rencong (RCG)-622, KRI Keris (KRS)-624, KRI Ajak (AJK)-653, KRI Hiu-804, KRI Kakap-811, KRI Pandrong (PDG)-801, KRI Kerapu (KRP)-812, KRI Birang (BRG)-813, dan KRI Suluh Pari (SLP)-809.

Sedangkan kapal non TNI AL/pemerintah terdiri dari Polisi Air (Polair), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), Navigasi (Nav), Bea Cukai (BC), dll. Selain itu, sejumlah kapal nelayan pun juga ikut ambil bagian dalam ajang kebaharian tersebut.
 
Berawal dari melintasnya sejumlah KRI di depan podium kehormatan. Dimulai dari Divisi 1 dengan Komandan Divisi KRI Rencong dengan nomor lambung 622 dari Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Timur yang dikomandani Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi, alumni Akademi Angkatan Laut Angkatan 41 Tahun 1995.
 
Dengan dimensi 50 x 7,2 meter, KRI Rencong diawaki 54 prajurit pilihan dan dipersenjatai dengan rudal anti kapal permukaan exocet 38mm dan meriam 57mm.
 
Sebagai pertahanan diri, KRI Rencong mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 41 knot untuk melaksanakan serangan mendadak dari arah yang tidak terduga di antara gugusan kepulauan nusantara.
 
Sailing Pass yang dilakukan sejumlah unsur kapal perang tersebut melintas  dengan kecepatan rata-rata 6 knot, di mana 1 knot = 1,85200 km/jam. Mereka melaksanakan manuver di laut membentuk formasi berbanjar taktis, dengan jarak yang sudah ditentukan satu sama lainnya. Jarak antar unsur 150 yards, jarak antar divisi 300 yards, dan jarak track dengan podium 400 yards.
 
Sementara itu pada saat bersamaan, terlihat Heli Bolkow NV 411 milik TNI Angkatan Laut yang melintas di depan mimbar undangan dengan membawa banner bertuliskan "Peringatan Hari Nusantara 2013", dengan Captain Pilot Lettu Laut (P) Veteriansyah Oktomiawan, dan Co Pilot Lettu Laut (P) Ii Solihin.
 
Selain Sailing Pass kapal perang jajaran TNI AL, puncak acara juga dimeriahkan atraksi terjun payung Free Fall oleh 14 penerjun pilihan dari Batalyon Intai Amfibi-1 Korps Marinir TNI AL yang mendarat tepat di atas geladak KRI Makassar-590 yang sedang melaju di Perairan Teluk Palu. Keempat belas penerjun pun dapat mendarat dengan tepat di titik droping zone yang telah ditentukan.
 
Yang tak kalah menarik dan mampu mengundang perhatian para undangan adalah ketika dua penerjun terakhir yang membawa banner  Hari Nusantara 2013 dan bendera Merah Putih, masing-masing berukuran 6x4 meter mendarat dengan tepat di titik droping zone yang sudah disiapkan di depan podium yang berada di bibir pantai Talise, Palu, Sulteng.
 
Para penerjun handal tersebut, sebelumnya diangkut dengan menggunakan pesawat Cassa U 617 milik TNI Angkatan Laut, dengan pilot Laut (P) Gugus dari Wing -1 Surabaya.
 
Menurut Kepala Bidang Sailing Pass Kolonel Laut (P) Didik Setiono yang mengendalikan jalannya demonstrasi tersebut, Satgas Demo Hari Nusantara 2013 menyelenggarakan serangkaian kegiatan Sailing Pass dan terjun payung pada hari H di perairan Palu dalam rangka menyukseskan puncak kegiatan peringatan Hari Nusantara 2013.
 
Sedangkan sasarannya antara lain tercapainya kontribusi dalam menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa yang bervisi maritim.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya