Berita

Soal Kolom Agama di KTP, Ahok Tertawakan PKS

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 16:18 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, setuju kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dihapus.

"Kalau menurut saya pribadi, saya nggak suka ada itu (agama ditulis di KTP). Bodoh amat. Untuk apa mencantumkan agama anda di KTP," ujar pria yang akrab disapa Ahok ini di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (13/12).

Ahok mengatakan itu saat dimintai komentar atas UU Perubahan atas UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah disahkan DPR. Dalam salah satu poin disebutkan, warga yang beragama di luar enam agama yang diakui pemerintah RI, tak wajib mengisi kolom agama di KTP. Enam agama yang diakui adalah Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.


Menurut Ahok, Indonesia semestinya harus meniru Malaysia. Meski mayoritas bergama Islam, negara tetangga itu tidak mewajibkan warganya menulis agama di KTP.

"Pertanyaan saya sederhana saja. Malaysia apa negaranya kurang beragama dibandingin kita? Malaysia itu nggak ada Kementerian Agama, nggak ada agama di KTP-nya. Nyatanya lebih maju dibandingin kita," jelas Ahok.

Karena itu, Ahok tertawa mendengar argumen politikus PKS Mahfudz Siddiq yang menilai kolom agama penting untuk mengetahui bagaimana cara memakamkan seseorang yang tak mempunyai keluarga.

"Kalau ada argumen kayak gitu, saya ketawa aja. Kalau mati di pesawat? Itu juga banyak polisi nemu mayat tanpa identitas, makaminnya gimana? Kalau ini diperdebatkan bisa panjang," paparnya.

Sebelumnya, Mahfudz Siddiq menjelaskan, jika tidak ada status Agama dalam KTP, timbul perdebatan jika ada masyarakat yang meninggal dunia. "Kalau mati dan tak ada keluarga, jadi tahu pakai cara apa ngurus jenazahnya. Kecuali mayat yang gak mau diurus,” kata Mahfudz. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya