Berita

hanura/net

Politik

Partai Wiranto Tidak Kaget dengan Survei SSS

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 15:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Nasdem, Parti Hanura dalam rilis survei lembaga Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) disebut tidak akan masuk parlemen pada pemilu 2014, pasalnya enam partai itu tidak mencapai ambang batas parlemen 3,5 persen.

Meski disebut tidak lolos ke Senayan, Partai Hanura menanggapinya biasa saja, bahkan partai besutan Jenderal (Purn) Wiranto itu mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih atas rilisnya SSS dan tentu tidak akan membuat kita berdebar, justru membuat kita lebih intens kerja keras lagi dan memperkuat barisan," ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura DPR RI, Saleh Husein, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (13/12).


Ia menjelaskan, semua juga sudah tau kalau lembaga SSS merupakan bagian dari tim sukses partai dan capres tertentu yang ingin diorbitkan. Namun Saleh tidak bersedia menyebutkan dari partai apa dan capres siapa, lembaga SSS bekerja sama.

"Jadi buat kami tidak akan kaget. Kami mempunyai survei internal yang tau betul dimana posisi kami. Dan kami tidak perlu mempubliskannya," imbuhnya.

"Jadi sekali lagi, terima kasih kepada lembaga survei tersebut untuk sudah mengingatkan kami guna bekerja lebih keras lagi," tambah anggota Komisi V ini. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya