Berita

SBY/net

Pagi Beri Kuliah Umum, Sore SBY Bertemu Pengusaha Terkemuka Jepang

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 06:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden SBY di hari kedua kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Jumat (13/12) akan diawali dengan memberikan kuliah umum di Kensei Kinen Kaikan. Kuliah umum mengenai arsitektur keamanan kawasan ini diselenggarakan melalui kerja sama antara JIIA (Japan Institute of International Affairs), Japan-Indonesia Parliamentary League, Kementrian Luar Negeri Jepang, dan KBRI Tokyo. Diperkirakan sekitar 400 orang akan mengikuti kuliah umum ini.

Setelah memberikan kuliah umum, SBY diagendakan menemui Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di kantornya untuk mengadakan pertemuan bilateral yang akan membicarakan mengenai kerja sama dalam keamanan kawasan, infrastruktur dan ekonomi, dan bantuan penangulangan bencana.

Pada sore harinya, Presiden dan Ibu Negara dijadwalkan menghadiri resepsi yang diselenggarakan Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko. Sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan negara ASEAN lainnya juga akan menghadiri acara tersebut.


Kepala Negara juga akan menerima CEO perusahaan-perusahaan terkemuka Jepang yang telah berinvestasi dan merupakan anggota JAPINDA (Japan-Indonesia Association) di Hotel Imperial. Beberapa perusahaan tersebut diantaranya, Toshiba, Toray Industries, Panasonic, ITOCHU, Sumitomo, Chiyoda, Mitshubisi. Diagendakan ada sekitar 15 CEO perusahaan yang akan bertemu dengan Presiden.

Rangkaian kegiatan Presiden SBY dan Ibu Ani hari ini akan ditutup dengan menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh PM Abe dan Ibu Akie Abe.

Seperti dilansir dari situs presidenri.go.id, bulan Desember, Negeri Sakura ini memasuki musim dingin. Pagi ini, cuaca di Tokyo cerah diiringi angin kencang yang dingin dengan suhu udara berkisar 9 derajat celcius. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya