Berita

ilustrasi, Tragedi Bintaro

Wawancara

WAWANCARA

Tatang Kurniadi: Investigasi Tragedi Bintaro Kami Percepat Tiga Bulan

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 09:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komite Nasional Komite Transportasi (KNKT) terus melakukan pengumpulan keterangan dan informasi mengenai tragedi kecelakaan kereta api dan truk BBM di Bintaro.

“Kami terus berusaha mengumpulkan data-data untuk keperluan investigasi dan anaslisis insiden tersebut,” kata Kepala KNKT, Tatang Kurniadi, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Tatang menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa peristiwa ini adalah kecelakaan kendaraan darat, bukan diidentikkan sebagai kecelakaan kereta api.


“Ini kan kecelakaan antara kereta api dengan truk BBM, bukan kereta api dengan kereta api,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kapan hasil investigasi tragedy di Bintaro ini dibeberkan ke publlik?
Investigasi tragedi ini kami percepat tiga bulan dari biasanya. Kalau bisanya untuk kecelakaan kereta api memakan waktu enam bulan, tapi ini tiga bulan saja.

Kenapa?
Sebab, ini bukan kecelakaan kereta api dengan kereta api. Tapi kereta api dengan truk BBM. Ini termasuk kecelakaan darat, bukan kecelakaan kereta api.
 
Anda yakin bisa cepat selesai?
Ya. Investigasi bisa selesai dalam tiga bulan.
 
Data apa saja yang sudah dikumpulkan KNKT?
Kami sudah mengumbulkan bahan-bahan investigasi berupa data, fakta-fakta lapangan, wawancara, saksi mata  dan lainnya.

Proses pengumpulan bahan investigasi itu masih berlanjut. Setelah itu kami melakukan analisis peristiwa yang terjadi itu.

Bagaimana kira-kira hasilnya?
Ya, lihat nanti. Yang jelas, kereta api itu memiliki jalur khusus sendiri. Kendaraan lain tidak bisa ganggu.  Tapi kami tetap melakukan pemeriksaan lebih dalam  mengenai insiden yang terjadi di Bintaro itu untuk perbaikan sistem.

Pihak kereta api tidak salah?
Investigasi KNKT tidak dalam posisi menyalahkan salah satu pihak. KNKT melakukan penyelidikan mengenai penyebab dari kecelakaan, sehingga dapat dikeluarkan rekomendasi terkait perbaikan sistem agar tidak terulang lagi kejadian serupa. Tidak mencari siapa yang bertanggung jawab.

Kenapa begitu?
Kalau masalah siapa yang salah, itu tugasnya polisi.

Apa ini kelalaian masinis atau sopir truk BBM?
Kita akan lihat nanti. Kelalaian yang dinilai KNKT itu bukan semacam kejahatan. Sebab, tidak ada yang ingin insiden itu terjadi, termasuk masinis dan sopir itu.  
 
Apa KNKT memiliki data mengenai perlintasan?
Berdasarkan data KNKT di daerah Jawa saja ada 2.000 lintasan sebidang yang memotong jalur kereta api.

Bagaimana dengan peran pemerintah?
Pemerintah daerah juga perlu memperhatikan perlintasan kereta api. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya