Berita

Maruarar Sirait/net

Politik

Maruarar Sirait Bersyukur PDI Perjuangan dan Jokowi Jadi Idola Kaum Muda

RABU, 11 DESEMBER 2013 | 18:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hingga saat ini, sebagaimana juga hasil survei beberapa waktu lalu, PDI Perjuangan menjadi idola pemilih pemuda. PDI Perjuangan menjadi partai politik yang paling banyak dipilih oleh pemuda, setelah itu baru kemudian Golkar.

Tingkat elektabilitas PDI Perjuangan di kalangan pemuda mencapai 18,8 Persen, sementara Golkar 12,9 persen. Sedangkan partai yang lain semuanya di bawah 10 persen.

Di saat yang sama, sebagaimana hasil survei Indobarometer yang digelar pada 12-23 November 2013 di 33 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 1.200 orang responden barusia 17-30 tahun itu, juga menunjukkan bahwa Jokowi sangat digandrungi pemilih pemuda sebagai capres pilihan. Tingkat elektabitilas Jokowi di kalangan pemuda mencapai 25,8 persen, sementara tokoh lainnya di bawah 10 persen.


PDI Perjuangan pun mensyukuri hasil survei ini, meski belum bisa memastikan deklarasi pencapresan Jokowi.

"Kita bersyukur itu sejalan dengan survei internal. Yang paling penting figur menjadi alasan utama untuk memilih dan dipilih," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, di Restoran Larazeta, Jl Tebet Barat Dalam Raya no 17, Tebet, Jakarta Selatan (Rabu, 11/12).

Meski pencapresan Jokowi belum bisa dipastikan, namun Maruarar yakin Megawati Soekarnoputri akan mengambil langkah berdasarkan dinamika politik yang berkembang, termasuk hasil survei ini.

"Semua tergantung Ibu Mega. Ibu Mega melihat apa yang menjadi perkembangan yang merupakan harapan publik, semua tergantung Ibu Mega," kata Ara, panggilan akrab Maruarar.

Ara menegaskan bahwa selama ini PDI Perjuangan selalu memperhatikan aspirasi publik. Contohnya, PDI Perjuangan menolak kenaikan harga BBM karena kuatnya aspirasi publik.

"Kalau diabaikan dapat menjadi respons negatif, pertimbangan itu yang diambil dalam kebijakan PDIP," katanya.

Lalu kapan pencapresan Jokowi dideklarasikan? "Kita menyerahkan kepada Ibu Mega, semua tergantung Ibu Mega," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya