Berita

ruhut sitompul/net

Politik

Tokoh Indonesia Timur Tuntut Ruhut Sitompul Minta Maaf

Jangan Pilih Demokrat di Pemilu 2014
RABU, 11 DESEMBER 2013 | 16:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tokoh Indonesia Timur menuntut agar politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul segera meminta maaf kepada pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens dan kepada rakyat Indonesia, atas sikap rasisnya.

Untuk menyuarakan itu, sejumlah tokoh Indonesia Timur (rohaniwan, aktivis, mahasiswa) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Maluku (Formama), LIM (Legal Institute for Moluccas), FMM-J (Front Mahasiswa Maluku Jakarta), LKM-PM (Lembaga Kajian Mahasiswa - Pemuda Maluku) akan menggelar jumpa pers di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakpus, besok siang (Kamis, 12/12).

Selain meminta Ruhut Sitompul meminta maaf, seperti dalam pesat elektronik yang diterima redaksi, dalam jumpa pers nanti, juga akan menyerukan untuk menolak memilih partai rasis pada Pemilu 2014.


"Tokoh Indonesia Timur akan menyerukan pada seluruh elemen bangsa untuk tolak memilih partai Demokrat pada pemilu 2014. Dan tolak memilih Demokrat di Indonesia Timur," tulis pesan itu.

Sebelumnya Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens merasa terhina oleh Ruhut Sitompul saat acara diskusi membahas mengenai kasus korupsi Hambalang dan Bu Pur di televisi nasional. Saat itu Boni kebagian untuk menjelaskan perkara tersebut. Akan tetapi, Ruhut Sitompul tiba-tiba emosi dan kehilangan kontrol saat dirinya dimintai tanggapan soal kasus Hambalang dan Bu Pur. Ruhut menyebut Boni adalah orang kulit hitam yang harus dilawan.

Bahkan, kata Boni, Ruhut marah dan lost control, Ruhut bilang lumpur Lapindo warnanya hitam, Boni Hargens juga hitam, jadi orang hitam harus dilawan.

Atas sikap Ruhut Sitompul tersebut, Boni Hargens sudah mengambil langkah hukum. Boni mengadukan anggota Komisi III DPR itu ke Polda Metro Jaya, Badan Kehormatan DPR dan Komnas HAM. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya