Berita

foto: Humas TNI

Pertahanan

TNI AL Pegang Peranan Penting Jaga Keamanan Maritim

SELASA, 10 DESEMBER 2013 | 18:54 WIB | LAPORAN:

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) sebagai komponen utama pertahanan negara di laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas keamanan maritim, khususnya di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik.

Dengan demikian, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki Angkatan Laut berkelas dunia (world class navy) merupakan keniscayaan untuk menjamin kepentingan nasional Indonesia dan turut serta menjaga stabilitas keamanan baik regional maupun internasional.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio pada pembukaan International Maritime Security Symposium (IMSS) 2013 di Jakarta, (Selasa, 10/12).
 

 
Lebih lanjut Kasal mengatakan, IMSS merupakan salah satu implementasi dari upaya TNI Angkatan Laut di dalam memberikan gambaran secara komprehensif tentang perkembangan keamanan maritim baik nasional, regional, maupun global. Mengingat bahwa ancaman terhadap zona maritim akan terus ada sejalan dengan perkembangan di bidang ekonomi, teknologi informasi, dan komunikasi.

"Keberhasilan merespon ancaman keamanan maritim secara lebih efektif dan kontinu dalam mengatasi permasalahan ancaman terhadap keamanan maritim," ujar Kasal. 
 
Pada Focus Group Discussion tanggal 18 Desember 2012 yang dihadiri sejumlah pejabat teras TNI Angkatan Laut dan perwakilan dari beberapa instansi kementerian terkait diperoleh kesepakatan tentang perlunya TNI Angkatan Laut untuk mengambil inisiatif dalam upaya untuk menunjukkan eksistensinya di kawasan regional maupun internasional tentang keseriusannya dalam turut serta menjaga stabilitas keamanan maritim.
 
"Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah dengan melaksanakan simposium internasional tentang keamanan maritim IMSS yang dihadiri oleh seluruh komponen maritim dalam dan luar negeri," ucap Kasal.
 
IMSS yang berlangsung 10 hingga 13 Desember 2013, dihadiri seluruh komponen kekuatan maritim dalam dan luar negeri, khususnya negara-negara yang tergabung dalam keanggotaan Indian Oceans Naval Symposium (IONS) dan Western Pacific Naval Symposium (WPNS).
 
Hajad akbar tersebut sedikitnya diikuti 350 orang, terdiri dari, peserta luar negeri 170 orang, dengan rincian 114 orang dari 57 negara sahabat/WPNS/IONS masing-masing  termasuk Kasal beserta seorang stafnya. Peserta dari jajaran Atase Pertahanan (Athan) 39 orang, dan Komunitas Maritim Internasional 17 orang. Sementara peserta dari jajaran TNI AL berjumlah 76 orang. Sedangkan 104 peserta lainnya bersal dari  non-TNI AL yang terdiri dari Kementerian, LPNK, Sivitas Akademika, Pemred, dan Organisasi Kemaritiman. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya