Berita

hidayat nur wahid/net

Fraksi PKS: Pemerintah Harus Serius Realisasikan Pendidikan Gratis dan Bermutu

SENIN, 09 DESEMBER 2013 | 17:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Fraksi Partai Keadilan Sejehtera (PKS) mendorong pemerintah wajib memenuhi hak setiap warga negara akan pendidikan dasar yang gratis dan bermutu

"Pasca reformasi, konstitusi mengamanahkan agar setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dasar yang gratis dan bermutu," ujra Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid dalam seminar nasional 'Pendidikan Dasar Gratis 2014 : Gratis dan Bermutu' di gedung DPR RI, Senin (9/12).

Hal itu, kata Hidayat, dinyatakan dalam amandemen keempat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31. Selanjutnya, Hidayat mengungkapkan bahwa negara telah mengamanahkan untuk memberikan prioritas anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Di satu sisi anggarannya sudah cukup besar, akan tetapi pada tataran realitas, perubahannya tidak signifikan.


"Pertanyaannya, sudah sejauh mana implementasinya? Masih belum terlihat signifikansi dari 20 % APBN bagi sektor pendidikan," ujarnya.

Mantan Ketua MPR RI ini kembali menegaskan bahwa pendidikan gratis dan bermutu inilah, yang di tuntut oleh Fraksi PKS untuk direalisasikan secara serius oleh pemerintah, dalam hal ini yang menjadi leading sector-nya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya