Berita

FOTO:PUSPEN TNI

Pertahanan

KRI Diponegoro Akhiri Tugas di Perairan Lebanon

SENIN, 09 DESEMBER 2013 | 14:14 WIB | LAPORAN:

Kapal Republik Indonesia (KRI) Diponegoro dengan nomor lambung 365 telah berhasil melaksanakan tugas mengamankan perairan Lebanon pada misi perdamaian PBB yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII-E/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) selama tujuh bulan.
 
Kedatangan KRI Diponegoro dengan 100 personel satgas disambut dengan Upacara Militer di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Senin (9/12) dan dihadiri Kasal, Kasau, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI.
 
KRI Diponegoro 365 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hersan, S.H., meninggalkan Tanah Air selama sembilan bulan untuk mengemban tugas perdamaian dunia di bawah bendera PBB, dengan rincian waktu dua bulan untuk pelayaran Indonesia-Lebanon (PP) dan tujuh bulan penugasan.


Selama penugasan, kapal yang merupakan organik jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim) ini telah secara aktif memberikan kontribusi kepada Maritime Task Force/UNIFIL mulai dari pelaksanaan patroli rutin, latihan bersama baik dengan Lebanese Armed Forces (LAF) - Navy maupun unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL lainnya di Area of Maritime Operation (AMO).
 
Keberhasilan KRI Diponegoro 365 dalam mengemban misi MTF UNIFIL ini menunjukkan profesionalitas TNI diakui dan sejajar dengan Angkatan Bersenjata Negara-Negara lain di dunia yang mengirimkan pasukannya pada misi PBB di Lebanon atau Troops Contributing Countries (TCC) di antaranya Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Yunani dan Turki.

Salah satu keunggulan dari KRI Diponegoro 365 adalah selain melaksanakan pengawasan perairan Lebanon melalui laut, juga dapat melaksanakan pengawasan perairan melalui udara dengan mengoperasionalkan Helikopter yang dibawa.
 
Sampai dengan tahun 2013, Indonesia telah mengirimkan 5 (lima) Satgas Maritime Task Force, yaitu : Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-A/UNIFIL 2009 dengan melibatkan unsur laut KRI Diponegoro-365 (MTF-1). Berikutnya, tahun 2010 mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-B/UNIFIL 2010 KRI Frans Kaisiepo-368 (MTF-2), tahun 2011 mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL 2011 KRI Sultan Iskandar Muda-367 (MTF-3), dan pada tahun 2012 mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-D/UNIFIL 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 (MTF-4), dan tahun 2013 mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-E/UNIFIL dengan melibatkan unsur laut KRI Diponegoro-365 (MTF-5).
 
Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan, semangat yang prajurit tunjukan pada misi Maritime Task Force (MTF) ini telah menambah kapasitas diplomasi Indonesia dan memperbesar peran internasional TNI di mata dunia. Sukses yang diraih dalam setiap misi PBB harus dijadikan referensi untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas baik dari aspek manajerial maupun operasional termasuk pengulasan pengetahuan dan operasi, kepemimpinan, kemampuan kotraksi sosial dan keterampilan prajurit. Pada sisi lain, sukses tersebut harus menjadi tantangan dan membuat TNI lebih siap lagi dan lebih waspada lagi.
 
Sebelum  mengakhiri amanatnya Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan : Pertama, songsong tugas kedepan dengan penuh semangat, dedikasi dan disiplin. Kedua, hindari sikap perilaku primitif seperti penyalahgunaan narkoba dan premanisme. Ketiga, kuatkan soliditas  dan solidaritas sesama prajurit serta pegang teguh netralitas TNI untuk tidak terlibat pada politik praktis. Keempat, sampaikan salam hormat saya dan seluruh  prajurit TNI kepada keluarga masing-masing yang telah mendorong prajurit melaksanakan tugas sebaik-baiknya.[wid]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya