Berita

teguh santosa/rmol

Ekspedisi Merdeka

Pendakian Tugu Monas Hari Ini Ditunda

MINGGU, 08 DESEMBER 2013 | 08:51 WIB | LAPORAN:

Masyarakat sepertinya harus bersabar karena belum bisa menyaksikan aksi pemanjatan Tugu Monumen Nasional (Monas) oleh atlet tuna daksa (berkaki satu), Sabar Gorky, hari ini (Minggu, 8/12).

Pemanjatan sedianya digelar pagi ini pukul 08.00 WIB, tapi karena ada pertimbangan teknis, pemanjatan ini ditunda.

"Pendakian hari ini terpaksa kita tiadakan, karena ada pertimbangan teknis. Dan akan diadakan dalam waktu secepatnya," ujar Promotor tim Ekspedisi Rakyat Merdeka (ERM), Teguh Santosa kepada wartawan di Silang Monas, Jakarta, pagi ini (8/12).


Jelas dia, semua persiapan pemanjatan pada dasarnya sudah matang, hingga tadi malam, tali yang akan digunakan oleh Sabar Gorky sudah terpasang di Tugu Monas.

"Semuanya kita sudah persiapkan. Kalau kata orang Jawa, ini hanya kurang gatuk (pas) sedikit," ungkap Tegus.

Dua minggu terakhir, dukungan dan antusias masyarakat untuk pemanjatan Tugu Monas oleh pria asal kota Solo itu sudah banyak, seperti melalui jejaring sosial. Apalagi, kata Teguh, acara ini didukung langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam audiensi dengan Jokowi sedianya Sabar mengajukan untuk beraksi di Monas pada 15 Desember 2013.

"Tapi kemudian beliau (Jokowi) yang mengusulkan agar dimajukan saja pelaksanaannya pada 8 Desember 2013 sehingga relevan merayakan tiga hari penting yang dimaksudkan. Kebetulan hari itu bertepatan dengan agenda pariwisata DKI yaitu Festival Keraton Sedunia," terang Teguh.

Selain mengkampanyekan Indonesia Tanpa Diskriminasi, pemanjatan Tugu Monas juga dalam rangka memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat, Hari Tuna Daksa (3 Desember), Hari Anti Korupsi (9 Desember) dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) (10 Desember). Momen ini juga sebagai pencanangan Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap kaum tuna daksa.

Pendakiaan ini adalah simbolisasi, bahwa kaum difabel bukan masyarakat tidak berguna. Teguh berharap, pemerintah khususnya Pemprov DKI Jakarta meberikan kemudahan bagi kaum difabel, seperti fasilitas infrastruktur di tempat umum. [rus]

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya