Berita

irman gusman/net

Politik

Ketua DPD: Demokrasi Indonesia Belum Menyentuh Substansi

MINGGU, 08 DESEMBER 2013 | 07:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Suatu kewajiban bagi kaum muda dan mahasiswa menjadi relawan untuk membangun kesadaran masyarakat pada Pemilu 2014 mendatang.

"Pelaksanaan demokrasi di Indonesia masih sebatas prosedural, belum menyentuh substansi. Padahal, era demokrasi telah berjalan hampir 13 tahun lamanya," ujar Ketua DPD RI, Irman Gusman dalam dialog kebangsaan bertajuk "Dari Kampus untuk Negeri: Mencari Pemimpin Bangsa" di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Provinsi Lampung, kemarin (Sabtu, 7/12).

Menurutnya, fakta pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang belum optimal, terlihat saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), dimana tingkat partisipasi pemilih rata-rata hanya sekitar 50 persen.


"Pelaksanaan pilkada yang berjalan selama ini, pemenangnya bukan partai tapi golput (golongan putih). Angka golput bahkan ada yang mencapai 50% dari total jumlah pemilih. Ini menunjukkan kepercayaan dan kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi masih rendah," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Irman dalam keterangannya, kalangan akademisi terutama mahasiswa harus antusias menyambut Pemilu 2014, termasuk mengambil peranan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk ikut menentukan pemimpin bangsa Indonesia ke depan.

"Mahasiswa  harus berpartisipasi agar masyarakat dapat memilih pemimpin secara tepat, tidak memilih kucing dalam karung. Bagaimana kita bisa membangun kesadaran bahwa memilih itu merupakan kewajiban, bukan hak semata," jelas Irman.

Mahasiswa dapat berkontribusi dalam perbaikan kualitas demokrasi, sehingga diharapkan golput tidak jadi pemenang dalam Pemilu 2014. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya