Berita

Ikhsan Modjo/net

Golkar: Demokrat jangan Bikin Gaduh

SABTU, 07 DESEMBER 2013 | 16:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemanggilan Boediono diputuskan secara musyawarah mufakat (tanpa voting) dalam rapat Tim Pengawas Penyelesaian Kasus Bank Century yang dipimpin Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Karena itu, keliru kalau disebut pemanggilan Boediono adalah keinginan sebagian anggota Timwas.

Pemanggilan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi pengawasan sesuai keputusan Paripurna DPR dan sejalan dengan kewenangan yang diberikan UU 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

"Karena sudah menjadi keputusan rapat, dan tercatat dalam notulen dan lembaran negara, maka hal itu sudah menjadi keputusan resmi dewan atau DPR untuk mengundang Boediono hadir pada rapat Timwas 18 Desember 2013 mendatang," ujar anggota Timwas Century Bambang Soesatyo (Sabtu, 7/12).


Karena itu, Bambang menegaskan, pemanggilan mantan Gubernur BI Boediono itu dipastikan tidak akan mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang kini sedang berlangsung di KPK. Tudingan bahwa proses hukum di KPK akan tergannggu, merupakan bentuk ketidakpercayaan Partai Demokrat kepada independensi lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Dan itu patut disayangkan.

"Timwas Century DPR menghimbau para pihak termasuk Partai Demokrat untuk ikut mendukung menuntaskan kasus Bank Century dan tdk menghalang-halanginya.  Baik proses hukum di KPK maupun proses politik di DPR," imbuh anggota Komisi III DPR ini.

Menurutnya, sikap menghalang-halangi yang ditunjukan Jurubicara Partai Demokrat Ikhsan Modjo diyakini hanya akan mengakibatkan kegaduhan politik yang tidak perlu. Seharusnya Ikhsan mendorong agar Boediono bersikap koperatif dan menghormati undangan DPR. Bukan justru sebaliknya, memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari popularitas dan menjadikannya panggung politik.

"Timwas Century sekali lagi mengimbau berbagai pihak termasuk kepada jurubicara Partai Demokrat untuk menghormati proses hukum dan politik yang sedang berlangsung di KPK dan DPR dengan tidak menunggangi kasus tersebut untuk kepentingan yang lain, selain  kepentingan bangsa dan negara," demikian politikus Golkar ini.

Sebelumnya, Jubir Partai Demokrat, Ikhsan menjelaskan, pemanggilan Boediono oleh Timwas DPR hanya akan mengganggu jalannya proses penegakan hukum di KPK, dan bisa dianggap sebagai satu bentuk intervensi lembaga legislatif ke ranah yudikatif.

"Apa yang dilakukan sebagian anggota Timwas Century hanya akan mengakibatkan kegaduhan politik yang tidak perlu. Sekadar memutar lagu lama politik yang tidak perlu dilakukan hanya demi pencariaan panggung oleh segelintir orang. Partai Demokrat sekali lagi mengimbau berbagai pihak untuk terus menghormati proses hukum yang ada dan berkompetisi politik di tahun politik ini secara elegan, jujur dan bermartabat," tandas Ikhsan. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya