Berita

Data Pemilih yang Bermasalah Diprediksi Lebih dari 3,3 Juta

KAMIS, 05 DESEMBER 2013 | 09:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Forum Akademisi Informasi dan Teknologi (FAIT) memperkirakan jumlah pemilih yang bermasalah di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) lebih dari 3,3 juta. Penyisiran yang dilakukan FAIT terhadap DPT menunjukkan, data pemilih per TPS di setiap Kelurahan sebelum DPT ditetapkan dan setelah perbaikan DPT (Rabu, 4/12) tidak ada perubahan signifikan.

Ketua Umum DPP FAIT, Hotland Sitorus mengatakan, bahwa DPT masih banyak memuat data pemilih tanpa NIK, pemilih ganda, pemilih siluman bahkan orang mati.

“Kami tidak yakin bahwa data pemilih yang invalid tinggal 3,3 juta. Karena menurut penyisiran yang kami lakukan terhadap 250 sampel kelurahan, ditemukan data pemilih tanpa NIK mencapai rata-rata 200 orang per kelurahan, belum lagi pemilih ganda, pemilih siluman dan orang mati,” ujar Hotland Sitorus dalam siaran persnya (Kamis, 5/12).


Karena itu, dia menegaskan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Dalam Negeri jangan bermain-main mengurusi Pemilu. Kedua lembaga tersebut harus jujur dan transparan terhadap perbaikan DPT yang telah dilakukan.

“KPU dan Kemendagri tidak dapat dipercaya untuk menyelesaikan DPT tepat waktu. Indikasinya, sudah enam tahapan yang dilalui dan waktu yang cukup lama, namun DPT belum beres juga. Apakah kedua lembaga Negara ini tidak mampu atau memang ada unsur kesengajaan? tegas  Dosen IT di Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Sebagaimana diketahui, KPU belum juga berhasil menyelesaikan tugasnya untuk menghasilkan DPT yang valid. Rapat pleno KPU pada hari Rabu (4/12) di hadapan perwakilan partai-partai peserta pemilu, Komisi II DPR-RI, Kemendagri dan Bawaslu diakhiri dengan dikeluarkannya kembali rekomendasi Bawaslu yang meminta KPU memperbaiki DPT hingga H-14 pelaksanaan Pemilu 2014.

Menurut pengakuan KPU, data pemilih yang bermasalah di dalam DPT tinggal 3,3 juta, hanya saja KPU menjamin bahwa pemilih tersebut benar-benar ada, sehingga penyelesaiannya KPU meminta Kemendagri memberikan NIK kepada mereka. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya