Berita

Bisnis

Cipayung Plus: Rakyat Khawatir Pemerintahan SBY Diam-diam Jual Negara

SELASA, 03 DESEMBER 2013 | 18:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gabungan organisasi gerakan mahasiswa ekstra kampus yang terdiri dari GMNI, HMI, PMKRI, GMKI, IMM, PMII, KMHDI, dan PP HIKMAHBUDHI atau Cipayung Plus, menegaskan, perjanjian liberalisasi World Trade Organization (WTO) secara substansi bertentangan dengan norma dasar Pancasila yang dianut NKRI.

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Menteri WTO di Bali 3-6 Desember ini mendorong Indonesia untuk menjalankan sistem perdagangan bebas yang mengurangi, bahkan menghilangkan, peran negara dalam melindungi kepentingan nasional.

"Pemerintah juga tidak membangun kesiapan dalam negeri seperti daya saing domestik, infrastruktur, SDM dan industri dalam negeri. Sehingga bisa dipastikan Indonesia akan menjadi korban WTO. Contoh nyatanya adalah, sektor pertambangan, telekomunikasi dan perbankan dikuasai oleh asing," kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, dalam rilisnya, Selasa (3/12).
 

 
Ketua umum PB HMI, Adi Baiquni, menyatakan, Indonesia lebih baik keluar dari WTO dan membuka hubungan perdagangan dengan negara-negara yang sejalan dengan Indonesia. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pun diminta tegas di dalam forum WTO.

"Menteri Gita Wirjawan harus berani meminta dihapuskannya utang luar negeri, membatasi impor, serta kontrak antara IMF dengan Indonesia tahun 1998 tentang dibatasinya Bulog memonopoli bahan-bahan pokok," tegasnya.

Ketua Presidium PP PMKRI yang baru terpilih, Lidya Natalia, juga berpendapat, pertemuan WTO di Bali memastikan niat jelek pemerintah yang sengaja merusak kedaulatan pangan nasional.

Sedangkan Ketua PP GMKI, Supriadi Narno, berpandangan meski globalisasi adalah keniscayaan, tetapi negara harus memastikan mekanisme globlisasi berjalan secara adil dan damai. Faktanya WTO menjadi intstrumen globalisasi yang menyebabkan disparitas yang makin lebar antara kaya dan miskin. Indonesia harus berani melakukan koreksi total terhadap instrumen WTO.

Cipayung Plus mendesak Presiden SBY lewat Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, untuk membuka secara transparan semua hal-hal yang akan dibahas maupun yang sudah disepakati dalam pertemuan KTM IX WTO di Bali.

"Rakyat sangat mengkhawatirkan pemerintah menjual negara Indonesia secara diam-diam," tegas mereka. [ald]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya