Berita

Jazuli Juwaini/net

Politik

PKS Kesal Jantung Pemilu Belum Tuntas

SENIN, 02 DESEMBER 2013 | 19:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi II DPR RI mempertanyakan perkembangan perbaikan 10,4  juta daftar pemilih tetap (DPT) yang masih bermasalah. Anggota Komisi II asal Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menyayangkan di sisa waktu perbaikan DPT ini masih banyak DPT bermasalah yang belum beres, diantaranya karena nomor kependudukan keluarga (NIK) invalid.

"Banyak persoalan NIK yang tidak valid. Ini permasalahan ada di Kemendagri karena pemberian NIK kewenangan Kemendagri. Maka Kemendagri tidak boleh lepas tangan. Misalnya, bagaimana solusi pemilih yang tidak ber-NIK padahal temuan KPU mereka riil ada, tapi tidak memiliki dokumen kependudukan. Ini kan berarti tidak terdata secara kependudukan?," ujar Jazuli Juwaini dalam Raker di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (2/12).

Hari ini, Komisi II DPR RI kembali mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan KPU, Bawaslu, Dirjen Dukcapil Kemndagri, dan Perwakilan Konselor Luar Negeri, guna membahas perbaikan DPT yang ditenggat ulang selama 30 hari sampai tanggal 4 Desember 2013.


Jazuli Juwaini yang juga Ketua DPP PKS ini, sangat menyayangkan banyaknya DPT bermasalah yang belum teridentifikasi dan belum terselesaikan. Sementara, laporan masing-masing lembaga/kementerian berbeda-beda menyangkut jumlah DPT bermasalah yang telah diselesaikan.

"Bagaimana bisa data masing-masing lembaga berbeda-beda terkait penyelesaian DPT bermasalah. Kemendagri menyatakan 6,5 juta terselesaikan sehingga tersisa 3,9 juta lagi. Sementara versi KPU lain (7,1 juta terselesaikan), versi Bawaslu juga lain. Ini kenapa kok beda-beda hari gini. Jangan-jangan nanti selesai tapi beda-beda, lalu apa gunanya koordinasi yang selama ini seharusnya dilaksanakan," keluhnya.

Jazuli menyoroti serius penyelesaian masalah DPT ini karena di sinilah jantungnya pemilu karena kualitas pemilu tergantung kualitas daftar pemilihnya. Jangan sampai urusan DPT ini menjadi justru menjadi sumber distrust kepada pemilu.

"Apresiasi kinerja penyelenggara pemilu akan sempurna kalau urusan DPT ini beres dan tidak ada masalah lagi. Jangan sampai DPT bermasalah tidak bisa dituntaskan sampai masa pendaftaran pemilih (susulan/darurat) melalui daftar pemilih khusus (DPK) habis waktunya. Sementara DPK dibuka sampai H-14. Selain itu, untuk membuka ruang bagi pemilih yang belum terdaftar dalam DPT, DPK harus disosialisasikan secara masif dan intensif, tapi syaratnya DPT yang bermasalah itu harus selesai dulu," tandas Jazulu dalam rilisnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya