Berita

foto: net

Pertahanan

Sakit Hati, Alasan Holil Tusuk Tiga Polisi

SENIN, 02 DESEMBER 2013 | 16:54 WIB | LAPORAN:

Penyidik Polda Jawa Barat menyimpulkan sementara bahwa motif Holil menusuk tiga anggota Polantas lantaran sakit hati. Insiden itu berawal saat petugas tengah melalukan razia Operasi Lodaya Zebra 2013 di Jalan Rahayu, Cigondewah, sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu lalu.

Holil dilumpuhkan dengan dua kali tembakan ke paha kirinya, setelah sebelumnya diberi tembakan peringatan.

"Yang bersangkutan sakit hati, pernah beberapa kali kena tilang polisi," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Martinus Sitompul, saat dijumpai di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/12).


Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku memiliki tingkat emosi yang tinggi. Dia diketahui sering melanggar rambu lalu lintas dan batas kecepatan kendaraan.

"Yang bersangkutan ketika diberhentikan dalam Operasi Zebra mengeluarkan pisau yang sudah disiapkan," jelas Martin.

Dia menambahkan, pihaknya akan mendalami alasan Holil membawa pisau saat berkendara. Pasalnya, pekerjaan Holil yang diketahui sebagai kurir tidak berhubungan langsung dengan senjata tajam.

"Pisau itu sebenarnya tidak dibawa sehari-hari untuk pekerjaan, tapi dibawa karena sesuatu yang dia sendiri tidak bisa menjawab. Respons-respons negatif seperti ini yang ingin didalami lebih lanjut," demikian Martin.

Pada Sabtu (30/11), Holil menusuk dengan pisau tiga anggota Unit Lantas Polsek Bandung Kulon yakni Brigadir Asep Abdullah, Aiptu Endang Pirtana, dan Brigadir Toni Murdani ketika dirinya diminta menunjukkan dokumen kendaraan dalam Operasi Zebra 2013. Holil kemudian ditembak pada bagian kaki, dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya