Berita

ilustrasi

Blitz

Minta Farhat & Dhani Bersikap Lebih Dewasa

MINGGU, 01 DESEMBER 2013 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Larang El bertinju, Maia dicibir Dhani. Dia bilang adu jotos sudah tradisi di keluarganya.

Maia Estianty dan Ahmad Dhani kembali berseteru. Kali ini terkait perseteruan El, Al dan pengacara Farhat Abbas. Kedewasaan antara mantan pasutri itu pun kembali menjadi tontonan publik.

Mulanya dalam infotainment kemarin pagi, Maia yang ibu kandung Al dan El, berharap rencana tanding tinju dengan Farhat tak pernah terjadi. Dalam hal ini, pendiri duo Ratu itu meminta Farhat untuk tidak bertingkah seperti anak-anak dan meladeni tantangan Al atau El.


“Saya berharap Farhat bisa lebih dewasa. Usianya kan lebih dewasa, lebih bisa ngerti anak-anak, emosinya sesaat, emosinya belum stabil,” tutur Maia.

“Kalau ada perkataan anak-anak saya yang menyinggung pak Farhat mohon bisa dimaafkan. Saya sedih sampai harus ada kekerasan,” pintanya lagi.

Maia berharap, anak-anaknya bisa berdamai dengan Farhat dan melanjutkan kewajiban mereka sebagai pelajar.

“Saya pengen anak-anak dan Pak Farhat damai. Stop sampai di sini, clear. Anak-anak harus fokus sekolah, belajar, hormat sama orangtua,” lanjutnya.

Menurut wanita asal Surabaya itu, dirinya sama sekali tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada anak-anaknya.

“Saya tipe orang yang selalu mengalah. Saya ajarkan anak-anak saya untuk jadi anak soleh, taat beribadah, hormat sama orang yang lebih tua. Kalau terjadi seperti ini, selebar ini, seliar ini, saya sangat sedih,” ungkapnya lirih.

‘Jeritan hati’ Maia tadi rupanya sampai juga ke Dhani. Bahkan bos Republik Cinta Management dan suami Mulan Jameela ini sampai menggelar jumpa pers di Pondok Indah.

  “Maia mengancam Al dalam bentuk telepon. Al ngomong sama saya barusan. Saya komunikasi (dengan Maia). Saya marah sekali,” tutur Dhani kesal.

“Katanya (Maia) kalau anak-anak nggak minta maaf, nggak akan didoakan lagi dan nggak dianggap anak. Itu aneh menurut saya. Salah Al dan El apa? Orang cuma ajak sparring doang. Kalau nggak mau, ya sudah. Kan nggak ada paksaan,” imbuhnya tanpa raut bersalah.

Dhani seakan mengungkit lagi hak asuh anak yang terus berpolemik sejak Dhani dan Maia bercerai.

“Kalau Al, El, Dul tidak mau tinggal sama saya dan mau tinggal sama bundanya, saya nggak akan ancam apa-apa. Buat saya, itu pilihanmu nak. Ayah akan sayangi kamu 100 persen nggak berkurang satu persen pun,” ucapnya.

Sebagai ayah, Dhani merasa pantas merestui El adu jotos dengan Farhat di ring tinju. Apalagi menurut dia, adu jotos satu lawan satu itu sudah menjadi tradisi keluarganya. Makanya, ia yakin El bisa menghadapi suami Nia Daniaty itu.

“Saya nggak ada nasihat. Berantem itu tradisi di keluarga saya,” ucap Dhani sambil tertawa.

Tidak hanya itu, dia menceritakan sang ayah, Abdul Manaf, suka sekali adu fisik jika dibuat kesal. “Ayah saya suka pukulin orang, saya juga dulu suka berantem. Makanya saya bingung mau nasihati apa, karena berantem itu tradisi keluarga saya. Soalnya itu sudah in their blood,” cetus Dhani.

Bahkan dengan pedenya, Dhani merasa wacana adu tinju El dan Farhat seharus diapresiasi KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan Komnas Anak.

“Jangan disalahpahami ajakan berantem di jalan. Ini ajakan sparring partner, olahraga. El sebenarnya harus diapresiasi untuk hindari pertarungan tawuran di Jakarta,” kata Dhani.

“Dia harusnya disosialisasikan, El jadi ikon anak SMP kelas 3 yang tidak melakukan hal anarkis. El bisa saja anarkis, karena saya dulu begitu. Tapi di sini, El melakukan hal yang benar. Nggak suka, ya di ring tinju,” jelasnya lagi.

Bagaimana reaksi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)? Tak bisa melarang El yang masih kategori anak-anak untuk bertanding tinju. Alasannya, hal itu karena putra kedua itu mendaftarkan ke Pertina.

“Saya melihat bahwa keinginan dari para pihak untuk naik ke ring tinju itu dari sisi olahraga dimungkinkan, kalau sesuai dengan peraturan dari cabang olahraga tinjunya. Kita serahkan ke persatuan tinju untuk nilai apakah tantangan itu bisa dilakukan dalam tinju,” ujar Ketua Divisi Pengawasan KPAI Muhammad Ihsan.  ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya