Berita

Muhammad Hanif Dhakiri/net

Politik

PKB: Ke Depan KPU Harus Hati-hati

MINGGU, 01 DESEMBER 2013 | 08:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak ingin terulang kembali, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar lebih hati-hati membuat suatu kebijakan, termasuk menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga lain.

Demikian disampaikan Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, Muhammad Hanif Dhakiri, menanggapi  keputusan KPU menghentikan MoU di bidang pengamanan teknologi komunikasi dan informasi, dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), setelah mendapat kritikan keras dari berbagai kalangan.

"Lessons learned-nya, ke depan KPU perlu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, agar kredibilitas KPU tetap terjaga dengan baik," ujar Hanif kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (1/12).


Menurut dia, keputusan itu bisa dipahami dan baik buat penyelenggaraan pemilu ke depan. Sebab KPU memang harus menunjukkan independensi dan netralitasnya, termasuk menutup semua peluang yang bisa menimbulkan kesan KPU tidak independen ataupun netral.

"Pemberhentian MoU itu saya kira merupakan respon KPU atas kritisisme publik. Tentu kita apresiasi hal itu, karena KPU memang harus responsif terhadap perkembangan dalam masyarakat," terang anggota Komisi X itu.

Namun demikian, kata Hanif, semua pihak harus tetap men-support KPU untuk mensukseskan pemilu 2014 mendatang. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya