Berita

ilustrasi/net

Umat Hindu Minta Hari Raya Depawali Dijadikan Libur Nasional

MINGGU, 01 DESEMBER 2013 | 06:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Umat Hindu di seluruh Indonesia meminta Hari Raya Depawali dijadikan libur nasional.

Permintaan itu disampaikan Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nyoman Suwisma di sela-sela memperingati Hari Depawali di Season City, Jakarta Barat, kemarin (Sabtu, 30/11).

Jelas Nyoman, acara peringatan Hari Depawali tersebut baru pertama kali dilaksanakan secara nasional. Dan pihaknya mengapresiasi Gubernur Jakarta Joko Widodo yang telah memberi perhatian dengan libur fakultatif.


"Kegiatan ini suatu upacara umat Hindu di dunia. Depawali ini merupakan peringatan hari sesuatu yang benar melawan ketidakbenaran," jelas Nyoman.

Ia menambahkan, peringatan hari Depawali berbeda dengan hari Galungan dan Kuningan yang diperingati setiap 210 hari sekali. Sedangkan peringatan hari Depawali hanya dilakukan dan datang sekali setiap 360 hari.

"Ini suatu upacara umat Hindu bagaimana agenda ke depan Depawali menjadi hari raya Hindu nasional dan minta kepada pemerintah (pusat) agar dijadikan hari libur nasional," harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Perayaan Nasional Depawali, AS Kobalen mengatakan, ada sekitar 10 juta penganut agama Hindu di Indonesia.

"Harapan kami peringatan hari Depawali menjadi hari libur nasional," pinta Kobalen.

Seperti diketahui, Jokowi meliburkan warga keturunan India beragama Hindu yang merayakan Hari Raya Depawali . Libur fakultatif tersebut diberikan Pemprov DKI melalui surat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI No 5666/-1.834.1 tanggal 31 Oktober 2013. Di dalamnya berisi tentang instruksi kepada para pengusaha yang memiliki pekerja warga keturunan India-Indonesia dan warga negara India untuk diberikan kesempatan dan waktu merayakan Diwali yang jatuh 2-3 November 2013. Libur diberikan pada 4 November.

Diwali atau dalam bahasa Sanskerta Deevapali (Depawali) merupakan hari raya umat Hindu (India) untuk memperingati kemenangan kebaikan terhadap kebatilan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya