Berita

BRI

Melonjak 18 Kali, Kapitalisasi Pasar Saham BBRI Tembus Rp 188,7 Triliun

JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 | 17:02 WIB

Setelah 10 tahun memegang predikat sebagai perusahaan publik, kapitalisasi pasar saham BBRI akhirnya tembus Rp 188,7 triliun sampai dengan akhir perdagangan minggu lalu. Dengan nilai tersebut, kapitalisasi pasar saham BBRI mengalami peningkatan sebanyak 18 kali dari Rp 10,3 triliun.

“Naik 18 kali sejak IPO (initial public offering) tahun 2003,” ujar Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Muhamad Ali di Jakarta hari ini.

Saat ini, kapitalisasi pasar BRI menempati urutan terbesar ke-6 setelah HM Sampoerna, Unilever, Telkom, BCA dan Astra dari 481 perusahaan terdaftar di BEI. Kapitalisasi pasar yang besar tersebut diikuti dengan volume transaksi harian yang mencapai 36 juta lembar saham per hari di sepanjang tahun 2013 ini. Hal ini mencerminkan besarnya tingkat ketertarikan investor terhadap saham BBRI, untuk sektor perbankan khususnya.


Menurut perseroan,  peningkatan sebesar 18 kali itu tidak lepas dari apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa laba bersih BBRI pada 2003 hanya sebesar  Rp 2,58 triliun. Namun per September  2013 atau triwulan III/2013, BRI mencatatkan laba terbesar perbankan nasional yakni sebesar Rp 15,2 triliun.

“Sejak 2005, BRI itu sudah tradisi membukukan laba terbesar,” ujar Ali. Bahkan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih BRI setelah IPO tercatat 24,5%.

Ali juga menerangkan, kinclongnya kinerja saham BBRI tak lepas juga dari kinerja segmen kredit andalan perseroan yakni  mikro. Penyaluran kredit mikro BRI pada  2003  hanya sebesar Rp  14,5 triliun, sementara per September 2013  kredit mikro BRI yang telah disalurkan mencapai Rp 128,1 triliun. Tercatat rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) penyaluran kredit mikro BRI pada 10 tahun terakhir yakni 25%.

“Ini merupakan dampak dari konsistensi BRI untuk tetap fokus dalam pengembangan bisnis mikro yang ditunjang oleh infrastruktur, sumberdaya manusia dan monitoring system yang kuat,” papar Ali.[ikl]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya