Berita

Politik

Partai Ka'bah Protes Ketidakfairan Televisi Milik Elit Parpol

KAMIS, 28 NOVEMBER 2013 | 21:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memprotes keras ketidakfairan penggunaan televisi. Sekjen PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan, sesuai UU 32/2002 frekuensi yang digunakan untuk memancarkan siaran televisi adalah sumber daya alam terbatas milik publik yang harus dijaga untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Namun menuju pemilu 2014, kata Romahurmuziy, terjadi ketidakfairan pengunaan milik publik tersebut untuk kepentingan partisan dari para pemilik stasiun televisi. Hal ini tampak dari terus diudarakannya berita terkait aktivitas pemilik televisi yang juga figur penting di parpolnya secara tidak proporsional berupa alokasi waktu yang tidak wajar untuk ukuran berita.

"Karenanya PPP meminta kapada KPI untuk menegakkan UU tersebut dan peraturan turunannya agar tidak terjadi ekploitasi frekuensi milik publik untuk kepentingan perorangan atau golongan," ujar Romahurmuziy dalam rilisnya, Kamis (28/11).


Jelas dia, partai Ka'bah secara institusi juga terus memonitor dan mengumpulkan data-data indikasi pelanggaran penggunaan barang milik publik ini untuk pada saatnya diserahkan kepada yang berkompeten.

Pemilu tambah Romahurmuziy, pada dasarnya bukanlah perlombaan iklan, melainkan pertarungan ide dan gagasan. Karenanya, kewajiban pengguna frekeuensi milik publiklah untuk sebanyak mungkin membuat panggung mempertarungkan ide dan gagasan tersebut.

"Bukan terjebak pada kepentingan partisan dan sesaat, meski pahit bagi para awaknya karena harus berhadapan dengan yang mempekerjakannya," tandas Romahurmuziy yang juga Ketua Komisi IV DPR ini.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya