Berita

ilustrasi

Bisnis

Lembaga UMKM Klaim Serap 985.537 Tenaga Kerja

Siapkan Pinjaman Rp 2,5 Triliun
RABU, 27 NOVEMBER 2013 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) hingga 18 November 2013 sudah menyalurkan dana Rp 3,9 triliun kepada 505.487 UMKM di seluruh Indonesia.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial mengatakan, dana tersebut sudah disalurkan sejak akhir 2008 dan target tahun ini sebesar Rp 1,9 triliun kepada 109.157 UMKM melalui 768 mitra. Hingga 14 Oktober 2013 telah terealisasi Rp 1,2 triliun kepada 144.721 UMKM melalui 871 mitra. Sedangkan yang masih dalam proses pencairan mencapai Rp 441 miliar.

“Program penyaluran LPDB ini merupakan program pemerintah di bidang pembiayaan usaha koperasi UMKM dalam upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat. Program ini juga untuk penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” jelasnya.


Kemas mengungkapkan, akumulasi penyerapan tenaga kerja lewat LPDB hingga 30 Oktober 2013 sudah mencapai 985.537 orang dibanding tahun lalu yang hanya menyerap 676.237 tenaga kerja.

Dia mengklaim LPDB telah menunjukkan fokus terhadap penyerapan tenaga kerja, untuk menekan angka pengangguran. “Program ini juga mampu menciptakan kewirausahaan baru,” ujarnya.

Untuk tahun depan, LPDB menyiapkan plafon pinjaman kepada UMKM dan koperasi sebesar Rp 2,5 triliun di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut bisa ditambah lagi dengan dana dari APBN, sehingga totalnya menjadi Rp 3,6 triliun.

Dengan jumlah tersebut, pelaku usaha tidak perlu kawatir tidak mendapat pinjaman.

Selama persyaratannya terpenuhi, pihaknya akan merespons positif.  “Jika semua persyaratannya lengkap, kami siap membantu,” janjinya.

Untuk pelaku usaha di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), LPDB siap mengalokasikan dana pinjaman Rp 300-400 miliar karena tingkat kredit macet di daerah tersebut tergolong kecil. Termasuk pertumbuhan koperasi di Yogyakarta juga sangat bagus, jumlahnya mencapai 2.300 unit.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengakui banyak UMKM di daerahnya yang punya produk unggulan. Namun sayangnya, sejauh ini meraka masih memiliki kendala. Salah satunya kurang mampu memenuhi pesanan yang diminta konsumen.

Untuk menyiasati itu, perlu solusi dalam bidang teknologi. Dengan perpaduan tenaga kerja manual dengan teknologi, maka permintaan konsumen bisa diwujudkan.

“Solusinya ya dengan memadukan teknologi, sehingga UMKM kita bisa memenuhi permintaan pesanan,” kata Sultan. ***

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya