Berita

Puan Maharani

Wawancara

WAWANCARA

Puan Maharani: Masalah Bangsa, Nggak Terkait Dengan Sakit Hati

RABU, 27 NOVEMBER 2013 | 10:23 WIB

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah 30 tahun berkecimpung dalam dunia politik, sehingga paham betul bagaimana menjaga bangsa ini agar tetap besar.

”Jangan dikira selama ini kami berada di luar pemerintahan, lalu kami bermusuhan dengan Partai Demokrat,’’ kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Puan Maharani, kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, lanjut Ketua DPP PDI Perjuangan itu, pihaknya menjalin komunikasi dengan semua parpol, termasuk Partai Demokrat.


”Soal koalisi dengan parpol mana, ya lihat nanti saja, seusai Pileg 2014. Yang jelas, terbuka peluang berkoalisi dengan parpol mana saja,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bukankah Megawati masih sakit hati dengan SBY?
Relasi itu jangan disamaratakan antara masalah pemilu, koalisi dan masalah bangsa dengan masalah sakit hati. Itu sangat berbeda. Masalah bangsa, nggak terkait dengan masalah sakit hati.

Ada yang menilai  pujian  Ani Yudhoyono terhadap Megawati merupakan upaya koalisi, tanggapan Anda?
Saya melihat terlalu berandai-andai menilai seperti itu. Apa yang disebutkan Ibu Ani dalam ceramah kepada anggota Dharma Wanita yang menyebut Ibu Megawati sebagai contoh prestasi perempuan dalam politik nasional, memang kondisinya seperti itu. Saya kira itu bukan pujian, tapi faktanya memang begitu.

Saya menganggap ini bukan sebuah bunga-bunga pujian belaka, karena kenyataannya memang seperti itu. Siapapun harus mengakuinya. Meski demikian, kami memberikan apresiasi atas ucapan itu.

Sebelum ada ucapan itu pun,  kami melakukan komunikasi politik  dengan seluruh parpol, termasuk Partai Demokrat.

Apa sudah ada komunikasi secara khusus dengan Partai Demokrat?
Kalau dimaksudkan membangun koalisi, belum sama sekali. Sebab, kita fokus untuk pemenangan Pemilu 2014.

Berarti ada peluang koalisi dengan Partai Demokrat?
Ya, bisa saja. Saya bilang tadi kan bisa saja pujian itu adalah awal koalisi. Tapi selama belum diputuskan Ketua Umum PDI Perjuangan, kan belum menjadi apa-apa.

Yang jelas,  berbicara  masalah bangsa dan negara, tentu harus bisa memisahkan antara persoalan di luar kebangsaan itu.

Anda hanya mengapresiasi atas ucapan itu?
Kami mengapresiasi ucapan itu dan terima kasih. Artinya Ibu Negara Ani Yudhoyono saja mengakui capaian yang diraih Ibu saya sebaga wanita Indonesia. Hal itu semua harus kita jadikan kebanggaan bahwa Indonesia pernah punya presiden wanita satu-satunya, yakni Ibu Megawati Soekarnoputri.

Apa itu saja?
Bukan itu saja kok. Sekarang ini satu-satunya ketua umum parpol wanita adalah Ibu Megawati.

Masih ada yang  mempersoalkan presiden wanita, pendapat Anda?

Itu artinya bangsa Indonesia sudah bisa memberikan ruang dan tempat yang cukup besar kepada perempuan Indonesia. Di sini benar-benar emansipasi wanita itu diwujudkan.

Oh ya, ada upaya beberapa parpol untuk men-downgrade popularitas Jokowi, ini bagaimana?
Ini kan tahun politik atau disebut juga tahun kompetisi. Setiap orang saling menjatuhkan atau memenangkan pertarungan politik. Menurut saya, hal itu pasti terjadi.

Apa berimbas terhadap elektabilitas PDI Perjuangan?
Kalau ada orang yang mau menjatuhkan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka jangan dikaitkan dengan PDI Perjuangan. Meskipun Jokowi ter-downgrade tidak akan berimplikasi terhadap PDI Perjuangan dalam Pemilu 2014. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Termasuk Yaqut dan Fadia Arafiq, KPK Fasilitasi Salat Id untuk 81 Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:18

Haedar Nashir Serukan Kedewasaan Sikapi Perbedaan Idulfitri

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:08

Prabowo Malam Takbiran di Sumut, Salat Idulfitri di Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:47

Idulfitri Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kehidupan Bernegara

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:01

Wacana WFH ASN Dinilai Tak Berdampak Signifikan pada Penghematan BBM

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:40

F-35 AS Nyaris Jatuh, Diduga Dihantam Tembakan Iran

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:37

Lebaran di Balik Jeruji, KPK Buka Layanan Kunjungan Keluarga Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:26

Prabowo Selamatkan Rp308 Triliun Uang Negara dari Koruptor

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:45

Tips Kelola THR Anak untuk Investasi dan Edukasi Maksimal

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:42

KPK Gelar Sholat Id untuk Tahanan di Masjid Gedung Merah Putih

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:40

Selengkapnya