Berita

Syamsul Maarif

Wawancara

WAWANCARA

Syamsul Maarif: BPBD Karo Segera Dibentuk Untuk Menangani Bencana Sinabung

SELASA, 26 NOVEMBER 2013 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gunung Sinabung sudah lama ‘terbatuk-batuk’.  Sudah sering juga masyarakat diungsikan. Bahkan statusnya sudah dinaikkan dari siaga ke status awas. Tapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo belum terbentuk.

Padahal, penyelamatan masyarakat di sekitar gunung itu perlu dilakukan. Begitu juga mengenai keperluan pengungsi. Sudah sewajarnya BPBD Karo itu dibentuk untuk menangani masalah tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menegaskan, segera membentuk BPBD Karo untuk membantu penanganan Gunung Sinabung.


“Saat ini bencana di Karo telah ditangani BPBD Sumut. Biar penyelamatan dan keluhan masyarakat akan lebih cepat tertangani, makanya sedang diproses pembentukan BPBD Karo,” ujar Syamsul Maarif kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, status Gunung Sinabung dinaikkan dari status siaga ke level awas.

Status awas merupakan status tertinggi dari aktivitas gunung api dan diperkirakan akan kembali terjadi letusan.

“Dinaikkan menjadi status awas karena diindikasikan dengan peningkatan intensitas letusan dan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 sentimeter hingga mencapai jarak 4 kilometer,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Syamsul Maarif selanjutnya mengatakan, Pemda dan DPRD Karo sudah melakukan pembahasan mengenai pembentukan BPBD Karo. Tentu ini segera direalisasikan.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bukankah rencana pembentukan BPBD ini sejak 2010?
Ya. Kalau tidak salah sejak 2010.

Kenapa sampai saat ini tidak direalisasikan?
Kami tidak pernah terpikir Gunung Sinabung akan jadi seperti ini. Selama 400 tahun kan gunung tersebut tidak pernah mengalami letusan separah ini. Sebelumnya Gunung Sinabung itu terkenal indah dan asri. Maka tidak ditempatkan sebagai prioritas.

Belum dibentuknya BPBD Karo, bukankah ini meresahkan masyarakat?
Memang, kami tahu itu. Kami minta agar masyarakat bersabar. Saat ini kan sedang dibahas. Sementara itu penanganan bencana Gunung Sinabung telah ditangani dengan cukup baik oleh BPBD Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Mereka mengatakan masih sanggup menangani, sehingga tidak perlu khawatir. Toh pemerintah pusat juga terus ikut bergerak.

Apa yang diperbuat BNPB dalam masalah logistik?
BNPB kembali mengirimkan logistik dan peralatan senilai Rp 3,93 miliar. Kemarin pagi (Senin, 25/11), bantuan itu sampai, dan langsung diserahkan kepada BPBD Sumatera Utara untuk melakukan penanganan darurat erupsi Gunung Sinabung.

Bisa dirinci bentuk apa saja bantuan itu?
Bantuan senilai Rp 3,93 miliar itu, terdiri dari bantuan logistik senilai Rp 2,8 miliar berupa tambahan lauk pauk 1.500 paket, family kit 1.500 paket, kidsware 1.500 paket, peralatan dapur 1.000 paket, masker 15.000 lembar, dan tenda gulung 2.000 lembar.

Sedangkan bantuan lainnya, berupa peralatan senilai Rp 1,13 miliar, terdiri dari tenda pengungsi sebanyak 20 unit, velbed  20 unit, genset 20 unit, dan 5 HT  unit. Bantuan tersebut dikirim melalui jalur udara dan darat.

Ada berapa banyak jumlah pengungsi yang ada?
Jumlah pengungsi saat ini sekitar 11.610 orang yang tersebar di 20 pos penampungan. Jumlah ini akan terus bertambah karena masyarakat yang terkena dampak letusan mencapai 21 desa dan dua dusun. Untuk jumlah seluruh warga, kami belum menghitungnya. Kami akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Apa ada korban jiwa?
Setahu saya tidak ada korban jiwa. Karena kejadian gunung itu sudah bisa diprediksi, sehingga kami memiliki  waktu untuk meminimalisir korban. Musibah banjir dan letusan gunung itu bencana yang bisa diprediksi. Berbeda dengan gempa bumi.

Bagaimana dengan kerugian masyarakat?
BNPB juga belum menghitung kerusakan serta kerugian terhadap letusan Gunung Sinabung. Penghitungan kerugian terhadap letusan gunung akan dimulai jika status gunung mulai menurun.

Percuma dihitung sekarang karena statusnya masih awas dan erupsi. Sektor yang dihitung di antaranya perumahan, infrastruktur, ekonomi produktif seperti pertanian, sosial, budaya, dan lintas sektor seperti tata pemerintahan dan lingkungan.

Kondisi terbaru Gunung Sinabung, bagaimana?
Status Sinabung sampai kemarin masih awas telah terjadi rentetan erupsi. Sampai pukul 12.00 kemarin (Minggu, 25/11) terjadi sedikitnya enam kali letusan di Gunung Sinabung. Letusan pertama pukul 01:00:29 WIB. Letusan kedua pukul 01:56:27 WIB, dengan tinggi kolom erupsi 500 meter. Kemudian pukul 02:33:06 WIB, dengan tinggi kolom erupsi 1.500 meter.
 
Selanjutnya letusan terjadi pukul 04:17:51 WIB dengan tinggi kolom erupsi 8.00 meter. Letusan kelima terjadi pukul 07:38:48 WIB. Terakhir, letusan terjadi pukul 08:38 WIB.

Ada himbauan dari BNPB?
Kami mengimbau agar masyarakat di radius 5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung untuk mengungsi. Sebab, berpotensi terkena material jatuhan. Selain itu, sehubungan  memasuki musim hujan, maka masyarakat yang bermukim dekat sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya