Berita

Muhammad Najib/net

Dunia

Najib: Kalau Nuklir Iran Dianggap Ancaman, Bagaimana dengan Nuklir Israel?

MINGGU, 24 NOVEMBER 2013 | 12:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak ada sanksi baru terhadap Iran sebagai imbalan dari kesediaannya menghentikan sementara rencana peningkatan kemampuan dalam hal pengayaan uranium. Negara yang dipimpin Presiden Hassan Rohani itu juga harus membuka seluruh fasilitas nuklirnya untuk dipantau.

Itulah beberapa hasil yang disepakati dalam perjanjian sementara antara Iran dan negara-negara Barat terkait keberadaan Reaktor Nuklir milik Iran.

Perjanjian sementara itu dihadiri oleh Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris William Hague, Menlu Jerman Guido Westerwelle, Menlu Iran Javad Zarif, Menlu China Wang Yi, Menlu AS John Kerry, Menlu Rusia Sergei Lavrov, dan Menlu Prancis, Laurent Fabius di Pertemuan PBB di Jenewa, Swiss, Minggu siang (24/11).


Menurut Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Najib, bagaimana dengan reaktor nuklir milik Israel di Dimona yang jauh lebih maju dibanding Iran, bahkan menurut banyak pengamat Israel telah berhasil membuat senjata nuklir yang jumlahnya diperkirakan antara 100 sampai 200 hulu ledak.

"Siapa yang mengawasinya?" ujar Najib kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta, Minggu (24/11).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, kalau Iran dianggap mengancam negara lain kerena memiliki senjata nuklir, bagaimana dengan Israel? [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya