Berita

FOTO:NET

Politik

Status Sinabung Naik Jadi Awas

MINGGU, 24 NOVEMBER 2013 | 10:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

PVMBG Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Sinabung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 WIB. Kenaikan status Awas ini telah dilaporkan Kepala PVMBG kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Demikian diinformasikan Kepala Pusat, Data, Informasi dan Humas BPNB, Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektroniknya, sesaat lalu (Minggu, 24/11).

"BNPB bersama BPBD Sumut, Komandan Tanggap Darurat Erupsi G. Sinabung segera mengambil langkah-langkah terkait kenaikan status gunungapi tersebut," terang Sutopo.


Dia menjelaskan, status Awas adalah status tertinggi dari aktivitasnya gunungapi yang diperkirakan akan terjadi letusan lagi. Dinaikkan status Awas karena diindikasikan dengan peningkatan intensitas letusan dan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm hingga mencapai jarak empat kilometer.

"Direkomendasikan masyarakat yang bermukim di radius lima km dari kawah Gunung Sinabung untuk diungsikan terlebih dahulu," ujarnya.

Perkiraan awal sekitar 15 ribu jiwa masyarakat yang tinggal di radius lima km harus mengungsi. Saat ini persiapan evakuasi sedang disiapkan. Sebanyak sekitar lebih dari 500 personil dari BNPB, BPBD Sumut, TNI, Polri, SKPD dan relawan dikerahkan dalam penanganan erupsi Gunung Sinabung.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan, kata Sutopo merinci, adalah kendaraan truk untuk evakuasi jika ada peningkatan status Gunung Sinabung atau antisipasi untuk kondisi terburuk. Kebutuhan lain adalah permakanan, masker, sandang, selimut, tikar, makanan bayi, sanitasi, psikososial dan layanan kesehatan.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya