Berita

foto: net

Bisnis

Transparansi di SKK Migas Hanya Basa-basi

SABTU, 23 NOVEMBER 2013 | 17:47 WIB | LAPORAN:

Kasus suap mantan Ketua SKK Migas, Rudy Rubiandini, menunjukkan whistle blower system secara online tidak memadai.

Koordinator Nasional lembaga Publish What You Pay (PWYP), Maryati Abdullah, menjelaskan, masih ada praktik korupsi di SKK Migas karena minimnya transparansi informasi publik dan absennya pemerintah dalam fungsi pengawasan.

"Saya tertarik soal whistle blower system yang sudah tiga tahun berjalan, sejak 2010. Itu tidak memadai, apa yang dilaporkan? Proses trading saja tidak terbuka. Semestinya datanya lengkap. Bicara transparansi, kita sudah mengamini itu secara global, tapi saat turun ke bawah tidak tercermin," jelas Maryati menanggapi keterangan jurubicara SKK Migas, Elan Budiantoro, dalam diskusi "Gilas Mafia Migas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/11).


Maryati juga menyebutkan, ada masalah kepercayaan publik menyangkut pengawasan oleh pemerintah. Dia meyakini, pemerintah dan SKK Migas hanya basa-basi soal perbaikan sistem itu.

"Soal pengawasan, ada problem trust. Perlu dibuat dengan lembaga yang kredibel. Menurut saya cuma basa-basi. Bicara pengawasan oleh publik, transparansi informasi perlu. Perlu dibuka dan real time," terangnya. [ald]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya