foto: net
foto: net
Koordinator Nasional lembaga Publish What You Pay (PWYP), Maryati Abdullah, menjelaskan, masih ada praktik korupsi di SKK Migas karena minimnya transparansi informasi publik dan absennya pemerintah dalam fungsi pengawasan.
"Saya tertarik soal whistle blower system yang sudah tiga tahun berjalan, sejak 2010. Itu tidak memadai, apa yang dilaporkan? Proses trading saja tidak terbuka. Semestinya datanya lengkap. Bicara transparansi, kita sudah mengamini itu secara global, tapi saat turun ke bawah tidak tercermin," jelas Maryati menanggapi keterangan jurubicara SKK Migas, Elan Budiantoro, dalam diskusi "Gilas Mafia Migas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/11).
Populer
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
UPDATE
Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59
Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40
Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12
Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50
Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45
Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26
Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01
Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41
Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18
Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14