Berita

presiden sby/net

SBY Berharap GRES Sejalan dengan MP3EI

MINGGU, 17 NOVEMBER 2013 | 12:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selama sembilan tahun pemerintahan Presiden SBY, berbagai inisiatif pengembangan yang ditempuh pemerintah beserta regulator, parlemen dan berbagai stakeholder, telah mendorong perkembangan sistem ekonomi syariah secara signifikan.

Demikian sambutan SBY dalam pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu pagi (17/11). Pada acara itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudoyono, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliawan D. Hadad. Juga dihadiri Menteri Keuangan Chatib Basri, Mensesneg Sudi Silalahi, dan juga Gubernur DKI Joko Widodo.

"Aset industri perbankan syariah meningkat hampir 14 kali, atau rata-rata tumbuh 151% per tahun. Selain itu, sejumlah milestone penting sejarah keuangan syariah Indonesia juga telah kita wujudkan," ujar SBY.


Meskipun industri ekonomi syariah telah menunjukan perkembangan yang sangat signifikan, namun menurut Presiden, ukuran industri keuangan syariah tersebut baru sekitar 40 miliar dolar Amerika Serikat.

"Tentunya, jumlah ini masih sangat kecil bila melihat potensi yang kita miliki," terang SBY seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI.

Oleh karena itu, Kepala Negara mendukung upaya perumusan Cetak Biru Keuangan Syariah Indonesia. SBY juga berharap cetak biru ini sejalan dengan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Jangka Panjang (RPJP). Serta cetak biru itu juga perlu harmonisasi dengan sejumlah program nasional yang tengah digalakkan saat ini, utamanya Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Sebelumnya SBY mengatakan, melalui Gerakan Ekonomi Syariah, pemerintah ingin masyarakat di seluruh tanah air berperan labih aktif dalam pengembangan ekonomi syariah. Lebih jauh SBY juga ingin menjadikanIndonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia sekaligus terintegrasi dengan sistem internasional berbasis syariah. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya