Berita

Dari Pada Bikin Onar, Mending Tri Dianto Pulang Kampung

KAMIS, 14 NOVEMBER 2013 | 23:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Tridianto berjanji akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta dikembalikan uang Rp 1 miliar yang disita. Kini, Tridianto pun ditagih agar menunaikan janji yang disampaikan beberapa jam setelah penyitaan dilakukan penyidik pada Selasa (12/11) lalu itu.

"Katanya mau mengambil uang yang disita KPK dengan batas waktu 2X24 jam. Ini sudah dua hari kok belum diambil juga," ujar Ketua Perhimpunan Gerakan Muda 98 Mochamad Toha Murthado di Jakarta, Kamis (14/11).

Tentu saja Tridianto punya hak untuk aktif di PPI setelah tidak lagi jadi kader Partai Demokrat, dan pasang badan untuk Anas Urbaningrum. Tapi perlu dicamkan oleh dia bahwa ada resiko yang harus dihadapi baik secara hukum ataupun sanksi sosial di balik tingkahnya sangat aneh.


"Saya kasihan saja sama Tri. Dari pada bikin onar mending pulang kampung saja untuk menghidupi keluarga. Jangan masuk ke wilayah yang tidak dikenal karena bisa menjebak diri Anda sendiri," ujar Toha.

Dikatakan Toha, bagaimana bisa dikatakan kalau Nazarudin bukan orang dekat Anas. Bukan rahasia lagi apalagi di kalangan elit bahwa dulu hubungan antara Nazarudin dan Anas sangat romantis.

"Fokuslah menyelesaikan dengan cara hukum bukan membangun opini dengan menumpangi kebebasan pers sebagai alat klarifikasi publik," demikian Toha.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya