Berita

Tidak Benar KPK Sita Surat Kaleng "Pegawai KPK" di Markas PPI

RABU, 13 NOVEMBER 2013 | 16:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut turut menyita surat kaleng di markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) dalam penggeledahan yang dilakukan kemarin.

Surat untuk Anas Urbaningrum itu ditulis orang yang mengaku pegawai KPK. Surat berisi keprihatinan atas rekayasa dalam menjerat Anas yang dilakukan elit Partai Demokrat, sekaligus mendukung Anas untuk kuat menghadapinya.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Jurubicara KPK Johan Budi membantah.


"Tidak ada (menyita surat kaleng)," kata Johan kepada Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon sesaat lalu (Rabu, 13/11).

Mengenai apa saja barang yang disita KPK, Johan belum mau memastikan.

"Ini saya lagi sama Direktur Penyidikan, segera akan ada penjelasan," demikian Johan.

Sejak kemarin malam ramai diberitakan hasil penggeledahan yang dilakukan belasan penyidik KPK di salah satu rumah di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang tak lain adalah markas PPI antara lain disita surat kaleng yang ditulis seseorang yang mengaku pegawai KPK. Surat tersebut ditujukan kepada Anas berisi keprihatinan terhadap rekayasa di balik kasus yang disangkakan kepada Anas. Anas disebutnya, korban politik elit Demokrat.

Dalam surat tersebut, penulis juga memberitahukan kepada Anas bahwa Nazaruddin di BAP menyatakan keterlibatan Cikeas dan soal dana Pilpres untuk SBY di Pemilu 2009. Namun dia menyayangkan pengakuan Nazaruddin tersebut tidak ditindaklanjuti KPK.

Selain surat tersebut, penyidik juga disebut menyita uang Rp 1 miliar milik PPI dan buku Yasin bergambar Anas dalam penggeledahan yang berlangsung sekitar enam jam lamanya dan dikawal pasukan Brimbob itu.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya