Berita

Politik

Hak Politik TKI Terindikasi Dikebiri

RABU, 13 NOVEMBER 2013 | 15:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) Pemilu 2014 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuai kecaman. Pasalnya, ada sekitar 4,5 juta warga negara Indonesia di luar negeri terindikasi diabaikan oleh hasil pendataan yang dilakukan KPU.

"BNP2TKI menyatakan jumlah TKI di seluruh negara tujuan tak kurang dari 6,5 juta orang, sementara DPTLN yang diumumkan KPU 2.010.290 orang. Dimana jutaan TKI yang lain?" ujar Anggota Komisi IX DPR RI Rieke Diah Pitaloka dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (13/11). 

Rieke mengatakan dari total DPTN yang ditetapkan KPU tersebut 50 persennya berada di Malaysia. Jumlah tersebut sangat janggal karena diperkirakan sedikitinya ada 2 juta TKI yang saat ini mengadu nasib di negeri Jiran itu.


Setelah berakhirnya masa moratorium, jelas Rieke, total DPT WNI di Malaysia termasuk TKI sebanyak 1.059.219 dengan perincian KBRI Kuala Lumpur 402.537 , KBRI Johor Bahru 326.656, KJRI Kota Kinabalu 144.901, KJRI Kuching 98.540, KJRI Penang 42.297 dan KJRI Tawau 44.288.

Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan KPU bahwa hak pilih adalah hak politik yang dijamin konstitusi. Pemilu bukan sekedar perkara menggiring orang ke TPS, tapi soal hak konstitusi warga negara. Satu suara pemilih jelas sangat berarti.

"Bagaimana negara mampu melindungi hak-hak TKI yang lain apabila hak politik yang dijamin konstitusi saja terindikasi dikebiri secara sistematis," demikian Rieke.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya