Berita

masinton/dok.probadi

Politik

Masinton: Utang Sejarah Belum Dilunasi, Dalang Tragedi Semanggi Harus Diadili

RABU, 13 NOVEMBER 2013 | 12:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hari ini 13 November 2013 adalah persis 15 tahun sejak peristiwa penembakan aparat bersenjata di depan kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta, terhadap ribuan demonstran mahasiswa yang menentang agenda Sidang Istimewa MPR. Karena tragedi ini terjadi di kawasan Jembatan Semanggi, maka peristiwanya dikenal sebagai Tragedi Semanggi I (pertama).

Sebagai aktivis sekaligus pelaku sejarah yang berada di lapangan kala itu, Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, masih ingat betul bagaimana kekejaman aparat militer membunuh 15 orang dalam barisan aksi damai mahasiswa dan rakyat. Tujuh orang korban adalah mahasiswa dan delapan korban lainnya warga umum yang bersimpati terhadap gerakan mahasiswa yang mendesak perjuangan reformasi total berupa "Pengadilan terhadap Presiden Soeharto dan Kroninya, Hapuskan Dwi Fungsi ABRI, dan Pemerintahan Transisi".

Komnas HAM menyimpulkan telah terjadi Pelanggaran HAM Berat dalam Tragedi Semanggi. Namun hingga kini, 15 tahun berjalan belum ada penyelesaian hukum yang adil atas peristiwa ini. Kejaksaan Agung menolak melanjutkan kasus ini ke tingkat penyidikan dengan alasan rekomendasi Pansus DPR yang menyatakan Tragedi Semanggi I bukan merupakan Pelanggaran HAM Berat.


"Perlu ada penegakan hukum HAM yang progresif agar penuntasan kasus Tragedi Semanggi I tidak berlarut-larut dan nyaris terlupakan," tegas Masinton yang kini menjadi caleg PDI Perjuangan untuk DPR RI dari Dapil Jakarta 2.

Menurut dia, akibat lemahnya komitmen penegakan hukum dan HAM maka pejabat militer maupun sipil yang seharusnya bertanggung jawab justru berani mencalonkan diri sebagai calon presiden, seperti Calon Presiden dari Partai Hanura Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Panglima Kostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto.

"Wiranto yang saat itu menjabat Panglima ABRI adalah pejabat militer yang bertanggung jawab dalam Tragedi Semanggi I. Begitupun dengan Prabowo Subianto yang terlibat dalam kasus penculikan aktivis pro demokrasi, serta kerusuhan 12-13 Mei 1998," tegasnya lagi.

Masinton menegaskan bahwa Tragedi Semanggi I-II dan Tragedi Trisakti adalah utang sejarah reformasi yang harus dilunasi.

"Dalang yang memerintahkan penembakan aksi mahasiswa di Semanggi dan Trisakti harus diadili di Pengadilan HAM," tandas eks aktivis Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi ini. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya