Berita

Politik

Segera Digelar Konvensi Capres Independen

SELASA, 12 NOVEMBER 2013 | 22:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lembaga Swadaya Masyarakat The President Center akan menyelenggarakan Konvensi Calon Presiden (Capres) Independen. Melalui Konvensi Capres Independen diharapkan akan dihasilkan capres independen yang pantas memimpin Indonesia.

"Kami tidak ingin memanipulasi capres-capres dengan istilah-istilah di atas kertas seperti pluralisme, blusukan, dan hal-hal lain yang mengandalkan pencitraan tapi nyatanya belum teruji dan tidak ideal, bahkan tidak kompeten," ujar Direktur Eksekutif The President Center, Didied Mahaswara, dalam pesan elektorniknya kepada redaksi, Selasa (12/11).

Didied mengatakan Konvensi Capres Independen yang digelar The President Center bukan karena latah atau ingin ikut-ikutan konvensi capres yang sudah ada, yakni  Konvensi Capres Partai Demokrat, Konvensi Capres Forum Rektor, Konvensi Rakyat yang diusung KH  Salahudin Wahid, atau Konvensi Umat Islam untuk memilih capres sebagaimana diusulkan politisi PPP, Ahmad Yani. Namun ingin memberikan pendidikan politik kepada rakyat serta penyadaran mengenai pentingnya parameter kompetensi yang harus dimiliki para capres.


"Konvensi capres yang ada hanya sebatas pemaparan program tanpa uji kompetensi. Konvensi seperti itu mubazir, seperti tong kosong nyaring bunyinya. Tapi melalui konvensi calon presiden perseorangan ini akan diuji visi, misi, dan kompetensi para tokoh potensial yang menjadi peserta," kata Didied.

Dia menambahkan, Konvensi Capres Independen sendiri akan digelar mulai akhir Nopember 2013. Konvensi akan melibatkan akademisi independen dan memiliki integritas sebagai penguji kompetensi para capres yang akan menjadi peserta. Selain para akademisi independen, sejumlah wartawan senior di bidang politik juga akan dilibatkan untuk berpartisipasi memberikan bobot terhadap peserta konvensi.

"Event ini momentum untuk memperjuangkan para capres potensial namun independen yang tidak diakomodir oleh partai politik," demikian Didied.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya