Berita

Prananda Prabowo

Wawancara

WAWANCARA

Prananda Prabowo: Saya Ingin Mengikuti Jejak Ibu Megawati

SELASA, 12 NOVEMBER 2013 | 09:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Putra Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, selalu menolak  diajak wawancara dengan alasan tidak mau publikasi. Lebih senang berada
di belakang layar.

Padahal, dengan jabatan Kepala Situation Room PDI Perjuangan, Prananda Prabowo menjadi incaran pers. Apalagi, belakangan ini dia sering bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

Misalnya, 5 Oktober lalu, Prananda bersama Mega dan Jokowi  mengunjungi sejumlah waduk di Jakarta. Ketiganya makan bersama di warteg.

Misalnya, 5 Oktober lalu, Prananda bersama Mega dan Jokowi  mengunjungi sejumlah waduk di Jakarta. Ketiganya makan bersama di warteg.

Melihat kondisi itu, merebak kabar, Megawati ingin menduetkan Jokowi-Prananda dalam Pilpres 2014. Apalagi ada website yang menampilkan Jokowi dan Prananda. Ini ramai dibicarakan publik.

Menanggapi hal itu, Prananda Prabowo mengaku tidak tahu mengenai keberadaan website Jokowi-Prananda tersebut. Yang jelas bukan dari PDI Perjuangan.

“Saya tidak tahu mengenai web itu, karena itu bukan dari kami,” tegas Prananda Prabowo kepada Rakyat Merdeka usai menghadiri peluncuran buku; Politik Itu Suci, dan ulang tahun Sabam Sirait ke-77 di Gedung Lemhanas, Minggu (10/11).

Berikut kutipan selengkapnya:


Masak sih Anda tidak tahu mengenai website itu?
Faktanya memang demikian. Saya tidak tahu menahu mengenai web yang seolah-olah memasangkan saya dengan Pak Jokowi.

Apa ada rencana duet Anda dengan Jokowi dalam Pilpres 2014?
Saya juga tidak tahu. Mengenai itu  sudah diputuskan dalam kongres yang menyerahkan keputusan kepada Bu Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan mengenai siapa yang akan diusung dalam pilpres nanti.

Dengan adanya website itu, bukankah itu bentuk dukungan Jokowi dan Anda akan dipasangkan dalam pilpres?
Ah, tidak kok. Pokoknya, PDI Perjuangan akan memperjuangkan kemenangan pemilu legislatif dulu. Untuk itu kami sedang bekerja keras.

Apa Anda akan terus terlibat aktif dalam politik dan muncul ke publik  seperti Puan Maharani?
Ya. Saya ingin mengikuti jejak ibu saya. Saat ini fungsi dan tugas saya sudah jelas di sana.

Sebagai Kepala Situation Room PDI Perjuangan, apa saja tugasnya?
Saya memantau segala situasi serta dinamika politik yang terjadi. Memang saya bersentuhan langsung dengan Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati. Kalau ada isu yang berkembang, kami kembali kepada publik.

Maksudnya?

Kalau selama ini ada perkembangan-perkembangan yang muncul dengan permasalahan website yang menampilkan saya yang berpasangan dengan Pak Jokowi dan sebagainya, dengan jelas dan tegas saya katakan saya tidak tahu menahu.

Sudah dilacak juga siapa yang buat website itu?
Sekali saya jelaskan website itu bukan dari kami.

Kenapa Anda senang di belakang layar, tidak seperti Mbak Puan yang terang-terangan berpolitik?
Bagi saya sebenarnya berpolitik itu bukan hanya urusan masalah tampil di publik atau menjadi member of parliament. Tapi politik itu  sebenarnya bisa kita lakukan dalam perilaku dan tindakan keseharian kita sebagai warga negara Indonesia.

Apa takut kemunculan Anda akan menyaingi popularitas Puan Maharani?

Ah, saya tidak mau komentar masalah itu, he...he...he...

Sejumlah tokoh PDI Perjuangan menginginkan Anda maju dalam Pilpres 2014 bersama Jokowi, bagaimana?
Biarlah waktu yang berbicara. Saya tidak mau mengomentari terlalu banyak mengenai itu.

Dalam survei, PDI Perjuangan dan Golkar bersaing ketat, apa penilaian Anda?
Kalau menurut saya, dari hasil survei yang bermunculan dan dari berbagai macam versi itu, bagi saya hanya sebagai konsumsi kepentingan pribadi saja. Tentunya sebagai bahan penilaian situasi politik dan  bermanfaat sebagai bahan analisis.

Apa Anda yakin PDI Perjuangan  menang dalam Pileg 2014?
Saya optimistis bisa menang Pileg dan Pilpres 2014. Saya kira semua partai tentu punya keinginan yang sama. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya