Dalam rangka Hari Pahlawan 10 November 2013, Walikota Jakarta Pusat Saefullah memperingatinya dengan cara yang berbeda. Pada saat upacara, dia memberikan penghargaan kepada sebelas orang yang berjasa di berbagai bidang mulai dari kebersihan, penghijauan, ketertiban dan keamanan, sampai mendistribusikan air bersih untuk warga.
"Mereka adalah pejuang-pejuang lingkungan hidup yang banyak berurusan dengan kotoran dan sampah. Mereka juga pahlawan masa kini untuk kebersihan lingkungan kita, oleh sebab itu kami juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada mereka," kata Saefullah di Jakarta, Senin (11/11).
Kesebelas orang tersebut mendapatkan penghargaan berupa bingkisan dan uang sebesar Rp 1 juta dan penerima penghargaan itu akan diajak tamasya keliling Surabaya, Malang dan Bali untuk melihat langsung kota lain dalam hal kebersihan, penghijauan, dan keserasian kota.
"Penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi teman-temannya yang lain untuk bekerja lebih giat dan berprestasi lebih baik lagi," katanya.
Kesebelas pejuang lingkungan hidup versi Walikota Jakpus adalah Bedian Suwarso (56), Tamin (46), Madju Siburian (46), Kuduss (46), Waluyo (68), Iwan Siregar (31), Basuki Rahmat (48), Muhlis (22), Edy Susanto (34), Rita Trimurti, dan Ade Taryat (58).
Mereka berjuang di bidangnya masing-masing, seperti petugas tata air yang berurusan dengan sampah kali Ciliwung, petugas PKK, petugas penyapu jalan, pekerja harian lepas perawat taman, dan sebagainya. Banyak diantara mereka yang bertaruh nyawa, sebagai konsekuensi dari pekerjaannya itu.
"Kita semua berterima kasih kepada para pahlawan-pahlawan yang sangat berjasa di masa lalu. Kita memerlukan banyak pahlawan lagi, untuk memenangkan kehidupan yang lebih baik," demikian Saefullah seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi.
[dem]