Berita

Politik

INDONESIA DISADAP

Jokowi Tidak Bertanggung Jawab atas Penyadapan yang Dilakukan AS

SENIN, 11 NOVEMBER 2013 | 14:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelompok pendukung Jokowi naik pitam. Mereka tidak bisa menerima tudingan bahwa Jokowi juga harus ikut bertanggung jawab atas penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat.

"Tidak ada alasan rasional hal itu (penyadapan) adalah tanggung jawab Jokowi," ujar Sabar Mangadu, Ketua DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP) dalam keterangan persnya, Senin (11/11).

Sabar mengatakan, tuduhan yang diarahkan ke Jokowi itu di satu sisi adalah pengakuan bahwa secara de facto Jokowi sudah terpilih menjadi presiden.


Sabar sepakat dengan wartawan senior Satrio Arismunandar yang menyatakan bahwa Jokowi secara de facto sudah terpilih, hanya menunggu proses formal politik. Asalkan semua proses berjalan transparan dan jujur, tak ada yang bisa menghambat Jokowi.

Menurut Sabar, penyadapan yang terjadi adalah tanggung jawab Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang secara langsung berada di bawah Presiden, bukan di bawah Gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian, pertanyaan mengenai kinerja Lemsaneg harus dialamatkan kepada Presden RI, bukan kepada Gubernur DKI.

"Mengasumsikan Jokowi berwewenang mengatasi penyadapan oleh intelijen asing, menganggap Jokowi mempunyai wewenang mengatur Lemsaneg atau bisa memerintah Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan konstruksi berpikir yang salah," imbuh Sabar.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya