Berita

ilustrasi/net

BMF: Waspadai Informasi yang Mengandung Kebencian!

MINGGU, 10 NOVEMBER 2013 | 17:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menghadapi pemilihan umum tahun depan, pengelola ruang redaksi media massa diharuskan untuk lebih berhati-hati menghadapi segala manuver yang menggunakan media sebagai alat menyebarkan kebohongan, kebencian dan informasi yang dirancang untuk menghasut perselisihan di masyarakat.

Begitu antara lain isi deklarasi Bali Media Forum (BMF) ke-5 yang digelar di Nusa Dua, Bali antara tanggal 6 hingga 8 Novembr lalu. Sebanyak 70 peserta yang berasal dari 24 negara menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pers bekerjasama dengan Thomson Foundation, Institute for Peace and Democracy (IPD), dan Ethical Journalism Network (EJN).

Seperti sebelumnya, BMF merupakan bagian dari kegiatan Bali Democracy Forum (BDF) yang digelar di tempat yang sama. BMF ke-5 ini mengambil tema yang sangat spesifik, yakni Ethics, Journalism and Democracy: Taking the Hate out of Media and Politics.


Di dalam deklarasi itu juga disebutkan bahwa perusahaan media dan pemimpin redaksi harus menyusun pedoman peliputan dan memastikan para wartawannya terlatih serta menyadari kewajiban etis mereka dalam peliputan pemilu.

Media massa juga didorong untuk memiliki sistem internal guna menghindari konflik kepentingan, untuk mempromosikan transparansi dan independensi editorial serta untuk melindungi dari gangguan yang tidak semestinya terhadap ruang redaksi oleh pemilik dan pemegang saham perusahaan pers.

Pada bagian lain deklarasi ditegaskan, media harus terus-menerus memperbarui cakupan pemberitaan dan memastikan liputan yang berimbang. Media harus memastikan semua kandidat serta partai besar dan partai kecil diperlakukan dengan pertimbangan yang sama. Pendapat kelompok minoritas dan kelompok marjinal yang rentan juga harus didengar.

Deklarasi yang disepakati oleh seluruh peserta BMF itu pun mendorong agar organisasi media dan wartawan bekerja sama melakukan berbagai langkah terkait peliputan pemilu.

Pemerintah dan partai politik juga diminta untuk memberikan jaminan keselamatan dan keamanan kepada jurnalis yang meliput pemilu, serta di saat yang sama menghindari upaya memanipulasi media dengan cara yang korup dan menghapus segala bentuk pernyataan politik yang menghasut kebencian atau kekerasan. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya