Berita

ibas/net

HARI PAHLAWAN

Ibas: Spirit Kebersamaan Harus Selalu Melekat

MINGGU, 10 NOVEMBER 2013 | 13:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Esensi memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2013 terletak pada rasa kebersamaan dan solidaritas seperti yang telah ditunjukkan melalui perjuangan para pahlawan bangsa.

"Yang penting adalah esensinya, yakni untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan melalui rasa nasionalisme, patriotisme, dan semangat perjuangan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam rilisnya, Minggu (10/11).

Untuk itu, Ia mengajak segenap komponen bangsa untuk meningkatkan dan menularkan rasa nasionalisme dan jiwa patriotik melalui berbagai peran dalam bidang-bidang pembangunan, dengan memulai yang terkecil, membangun semangat gotong royong di lingkungan masing-masing agar kebersamaan terus terjaga.


Bagi Ibas, perkembangan era globalisasi dan modernisasi berpotensi mengikis nilai-nilai dan semangat juang seperti yang dimiliki para pahlawan bangsa. Untuk itu spirit kebersamaan dan seperjuangan harus selalu melekat di setiap bidang pembangunan agar tidak terkikis dengan perkembangan zaman.

"Walau medannya berbeda dengan era massa perjuangan para pahlawan kita, namun semangat dan jiwa patriotik harus terus kita tumbuhkan. Bukan justru terkikis dengan perkembangan massa," tegas politisi muda ini.

Ibas yang juga putra bungsu Presiden SBY ini mengingatkan, semarak peringatan Hari Pahlawan sebaiknya diisi dengan kegiatan-kegiatan positif yang menumbuhkan solidaritas anak bangsa dalam meneruskan cita-cita perjuangan para pahlawan dan membangun bangsa di segala bidang.   

"Dengan menjaga solidaritas dan persatuan bangsa, artinya kita mengapresiasi pengorbanan para pejuang bangsa yang telah gugur untuk bangsa dan negara. Kini, medan dan tujuan perjuangan kita adalah membangun dan mensejahterakan masyarakat dengan cara dan kemampuan kita masing-masing. Sekecil apapun kontribusi kita, itu sudah menunjukkan penghargaan kepada para pahlawan bangsa," demikian Ibas. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya