Berita

martin hutabarat/net

Politik

Martin Hutabarat: Anggota DPR Tidak Perlu Diberi Uang Pensiun

SABTU, 09 NOVEMBER 2013 | 10:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemberian uang pensiun terhadap pensiunan anggota DPR RI sebaiknya ditinjau ulang karena hanya pemborosan uang negara.

Demikian ditegaskan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (9/11). Martin mengatakan, sejak tiga tahun lalu dirinya mewacanakan hal tersebut. Isu hak keuangan anggota DPR kini terangkat lagi setelah publik mengetahui ada sejumlah bekas anggota DPR yang terbukti korupsi dan sudah dipenjara, masih menerima uang pensiun karena mengundurkan diri sebelum ada putusan mengikat terkait kasus mereka.

"Dari segi etika, hal ini tidak pantas. Dalam isu ini, masyarakat tidak terlalu berbeda pendapat. Dan dari segi jumlah pun, pengaruhnya terhadap keuangan negara tidak seberapa, karena hanya menyangkut sedikit orang," ujarnya.


Namun, kalau menyangkut uang pensiun seluruh bekas Anggota DPR, persoalannya berbeda. Ada 560 Anggota DPR yang akan menjadi tanggungan negara setiap bulan apabila mereka tidak terpilih lagi sebagai Anggota DPR di periode jabatan berikutnya. Ada di antara mereka yang tidak lagi menjabat anggota DPR di usia sangat muda, misalnya 30 tahun. Mereka akan menjadi tanggungan negara sampai wafat, bahkan bisa sampai lebih dari 50 tahun lagi.

"Ini kan tidak adil bagi pembayar pajak. Tidak adil bagi jutaan rakyat kita yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan. Sebab, jumlahnya bisa ratusan miliar, bahkan triliunan yang harus dibayar oleh negara jika ditambah dengan pensiunan DPR di periode-periode sebelumnya," terang Martin.

Dia melanjutkan, sangat tidak adil dan sangat berbeda jika dibandingkan dengan pegawai negeri yang mendapat hak pensiun sesudah bekerja 25- 30 tahun. Tidak adil juga apabila dibandingkan dengan anggota DPR Provinsi, Kabupaten dan Kota yang tidak memperoleh pensiun, padahal mereka juga telah sama-sama bekerja sebagai wakil rakyat.

"Soal pensiun anggota DPR yang jumlahnya besar ini, saya kira perlu dipikirkan. Apa wajar diberi pensiun? Ini pemborosan uang negara. Kalaupun hendak diberikan penghargaan, sebaiknya bisa berbentuk pesangon, diberikan hanya satu kali di akhir masa jabatan anggota DPR yang tak terpilih lagi," urainya.
 
Kebijakan tersebut, tandas Martin, pasti akan mengurangi beban keuangan negara yang harus membayar puluhan miliar pensiunan ribuan anggota DPR setiap bulannya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya