Berita

tki di Tarhil sumaysi/ist

Politik

Kesehatan TKI di Tarhil Menurun, Segera Pulangkan ke Tanah Air!

JUMAT, 08 NOVEMBER 2013 | 16:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Petugas Tarhil Sumaysi terus melakukan sweeping barang-barang milik TKI Overstayer (TKIO), termasuk peralatan mandi. Barang disita tanpa diberi resi. Semua perhiasan dan uang milik salah satu TKIO bahkan dikabarkan hilang setelah diperintahkan keluar ruangan untuk diperiksa tasnya.

"Saya mendesak agar pemerintahan SBY meminta keterangan kepada otoritas setempat mengenai praktek sweeping barang TKI di Tarhil yang disita, hilang dan tanpa ada pemberitahuan serta tidak ada resi," ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (8/11).

Rieke menyayangkan di hari kelima paska berakhirnya masa amnesti, pelayanan dan perlindungan untuk TKIO tidak maksimal. Kondisi kesehatan para TKI di dalam Tarhil Sumaysi yang menunggu dideportasi ke Indonesia sudah menurun akibat tidak optimalnya pemberian konsumsi dan obat-obatan baik yang disediakan oleh KJRI/KBRI maupun pemerintah Arab Saudi.


"Konsumsi, obat-obatan dan  jumlah tim medis untuk para TKIO di Tarhil harus ditambak," desak Rieke lagi.

Rieke menerima laporan ada 7.885 TKIO yang saat ini ada di Tarhil. Hal lain yang perlu dilakukan pemerintah, kata Rieke, memberikan akses dan membantu menyalurkan hasil sumbangan dari masyarakat berupa minuman, makanan, obat-obatan, pampers, pembalut perempuan yang sangat diperlukan bagi para TKIO. Sebab, hanya KBRI/KJRI yang mempunyai akses masuk ke sana.

"Segera pulangkan TKIO secara masal menggunakan armada laut. Pesawat akan besar biayanya dan TKI tidak dapat langsung dipulangkan karena semua penerbangan diprioritaskan bagi rombongan haji yang pulang ke negara masing-masing," pungkas Rieke yang juga Anggota Timwas TKI DPR RI. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya