Berita

praboso subianto/net

Politik

Tuntutan Prabowo Dibawa ke Persidangan Pesanan Asing

JUMAT, 08 NOVEMBER 2013 | 10:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) menyesalkan maraknya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak jelas kredibilitasnya dengan memberikan keterangan terkait proses perjalanan demokrasi di Indonesia.

"LSM bisa dikendarai oleh pihak asing untuk kepentingan tertentu, misalkan menaikkan atau menjatuhkan kandidat presiden yang dikehendaki atau tidak dikehendaki oleh asing melalui sokongan dana besar-besaran," kata Direktur Eksekutif NCID, Jajat Nurjaman dalam keterangan persnya, Jumat (8/11).

Dijelaskan, cara kerja dari lembaga swadaya masyarakat seperti Kontras selalu memunculkan isu-isu politik sesuai dengan kebutuhan asing. Jajat mencontohkan keinginan aktivis Kontras untuk membawa Prabowo Subianto ke persidangan terkait kasus 1998 adalah salah satu contoh kemungkinan agenda pesanan pihak asing. Isu-isu pesanan seperti itu muncul karena keinginan pihak asing.


"Perlu diketahui, salah satu donator terbesar Kontras adalah KAIROS, sebuah lembaga yang berbasis di Kanada. Tertulis di dalam laman KAIROS bahwa Kontras tidak akan bisa mempertahankan perannya di Indonesia tanpa sokongan dana dari KAIROS," ungkapnya.

Hal seperti itu kata Jajat, juga terjadi di lembaga-lembaga seperti Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) dan Imparsial. Keduanya memiliki afiliasi dengan HIVOS, yang memberi donasi dalam bentuk Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK).

"Pada satu titik mereka akan membutuhkan bantuan asing, dan di saat itulah independensi mereka dirampas," lanjut Jajat.

Menurut Jajat, Lembaga swadaya masyarakat sudah lama menjadi target empuk pihak asing. Kekuatan jaringan yang dimiliki oleh LSM adalah daya jual yang mereka miliki.

"Saat ini sudah hampir tidak ada LSM yang transparan dalam masalah pendanaan dan agenda setting," tandasnya.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya