Berita

jabidi ritonga/net

Politik

Gugurkan Dana Pensiun DPR

JUMAT, 08 NOVEMBER 2013 | 09:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dana pensiun anggota DPR adalah bentuk dari mental pejabat yang korup dan takut miskin. Seharusnya wakil rakyat itu malu dan sadar diri, prestasi apa yang telah dilakukan selama ini, kinerja apa yang membuat rakyat puas dan berbangga hati.

"Kami pikir belum ada dan semua orang merasakan itu," ujar Sekretaris Jendral Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) A. Jabidi Ritonga kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (8/11).

Untuk itu pihaknya dengan tegas menolak pemberian uang pensiun bagi anggota DPR, baik korup ataupun tidak, baik sudah 20 tahun atau baru satu tahun menjadi anggota DPR, PMII pun merekomendasikan agar rakyat untuk tidak memilih caleg yang menerima dana pensiun pada pemilu 2014.


"Ini hanya akal-akalan, sekarang ambil dana pensiun, lantas 2014 caleg kembali dan minta dipilih, itu pensiun apa pensiun," terang Jabidi.

Jelas dia, selama ini anggota DPR sudah mendapatkan fasilitas layaknya pejabat yang terhormat, berbagai sumber anggaran telah mereka nikmati, lantas nikmat yang bagaimana lagi yang akan didustai dan harus seberapa lebar lagi luka hati rakyat digores. "Sangat ironis dan tidak masuk akal pejabat kita mengemis untuk kepentingan pribadinya," ungkapnya.

"Gugurkan dana pensiun DPR yang diatur dalam UU 27/2009 dan UU 12/1980," sambung Jabidi.

Sebaiknya kata Jabidi, dana pensiun anggota DPR tersebut dialokasikan untuk fasilitas rakyat, seperti kesehatan dan pendidikan. Rakyat sudah banyak berkorban, apalagi menghadapi pemilu 2014, hampir dipastikan anggaran negara terkuras untuk pemilu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya