Berita

Azwar Abubakar

Wawancara

WAWANCARA

Azwar Abubakar: Gunakan Calo Masuk CPNS Pasti Langsung Ketahuan...

JUMAT, 08 NOVEMBER 2013 | 09:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar mengklaim tes penerimaan calon pegawai negeri sipil tahun 2013 tidak ada kecurangan.

“Sampai hari ini tidak ada laporan terjadinya masalah dalam tes yang diikuti 1.612.854 peserta itu. Kalau ada tentunya sudah diberitakan,” ujar Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka, Rabu (6/11).

Menurut Azwar Abubakar, tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2013 yang dilaksanakan 3 November lalu itu sudah dipersiapkan konsorsium sejak lama dan menggandeng berbagai pihak. Seperti Kemendikbud, Badan Kepegawaian Negara (BKN), puluhan universitas dan Lemsaneg.  
 

 
“Hasil tes ini berpengaruh besar terhadap negara. Makanya perlu digarap serius dengan melibatkan sejumlah instansi. Ini bukan pekerjaan Kemenpan RB saja,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bukankah konsorsium menemukan adanya calo?
Sudah ditangkap kan orangnya. Langsung bisa ketahuan. Itu karena kami melakukan persiapan dengan sangat serius. Makanya kecurangan semacam itu bisa langsung kami ungkap, sehingga tidak merugikan orang lain.

 Bagaimana dengan peserta yang dibantu calo itu?
Penilaian hasil tes dilakukan oleh komputer. Saat ini kalau tidak salah sudah ada 316 instansi pemerintah yang dilaporkan telah menyerahkan berkas-berkas tes dengan lembar jawaban komputer (LJK) ke Pusdiklat Sekretariat Negara.
 
Target kami semua data selesai dalam dua minggu dari sekarang. Setelah semua data masuk, kunci jawaban langsung kami masukkan. Dari situ langsung ketahuan nilainya, dan langsung kita kirim kepada instansi yang bersangkutan.

Bagaimana kalau peserta bekerja sama dengan oknum  konsorsium?
Tidak bisa. Konsorsium itu melakukan pekerjaan secara terpisah. Ada kampus yang bertugas membuat soal, ada yang membuat sistem, ada yang bertugas memindai data yang masuk, ada yang menyalurkan ke daerah, dan lain sebagainya.
 
Semua itu terintegrasi menjadi satu kesatuan. Kecurangan sulit dilakukan. Kalaupun terjadi, bisa langsung dideteksi seperti kasus calo itu.

Bagaimana kalau menggunakan joki?
Mereka bisa saja mencoba melakukan itu. Saya sudah ingatkan berkali-kali kalau menggunakan calo masuk CPNS, pasti langsung ketahuan. Terbukti sekarang kan, calo itu sudah ditangkap. Pengawasan yang kami lakukan itu sangat ketat. Meski begitu, kesalahan pasti terjadi.

Persiapan yang kami lakukan itu kan tujuannya lebih kepada untuk meminimalisir masalah. Kami sadar, setiap tahun tes CPNS selalu menjadi sorotan.

Setelah rangkaian tes ini selesai seluruhnya, kami akan  mengadakan evaluasi supaya pelaksanaan selanjutnya semakin baik.

Kenapa tes CPNS tidak menggunakan sistem online saja?
Sudah ada sebagian instansi dan daerah  menerapkan cara itu. Tidak mudah juga melakukan sistem online.  

 Berarti kecurangan masih bisa terjadi dong?
Kami terus berupaya meningkatkan kinerja untuk meminimalisir hal tersebut. Dua tahun lagi, Insya Allah kami usahakan semua bisa terintegrasi secara online.

Kapan hasil tes CPNS akan diumumkan?
Hasil tes CPNS yang menggunakan program Computer Assisted Test (CAT) sebagian besar telah dilaporkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada Kemenpan-RB. Selanjutnya disampaikan kepada instansi bersangkutan. Hasil ini selanjutnya akan digunakan sebagai dasar atau bahan acuan instansi bersangkutan untuk melakukan tes kemampuan bidang (TKB). TKB dilakukan instansi masing-masing, tetapi hanya untuk peserta yang lolos passing grade.

Sementara hasil tes CPNS dengan LJK sebagian besar telah disampaikan oleh instansi yang bersangkutan kepada  panitia seleksi nasional (Panselnas) sejak Minggu (3/11).  Panselnas telah menerima berkas LJK dari 405 Instansi. Selebihnya masih da- lam perjalanan.

Rencana Panselnas, hasil ujian CPNS format LJK diumumkan 4 Desember 2013. Sedangkan untuk format CAT, peserta bisa langsung mengetahui nilainya ketika ujian selesai, sehingga bisa memperhitungkan sendiri, apakah lulus passing grade atau tidak.

Berapa banyak PNS dibutuhkan untuk saat ini?
Sekitar 65 ribu-an. Itu untuk mengisi posisi kosong, seperti yang sudah pensiun dan meninggal dunia. Selain itu untuk mengisi kebutuhan di sejumlah instansi.

Berarti anggaran untuk gaji membengkak dong?
Memang anggaran untuk gaji PNS dinilai sangat besar. Tapi penerimaan kali ini benar-benar sesuai kebutuhan. Anggaran yang dikeluarkan harus sesuai dengan kinerjanya.

Untuk kali ini juga diterapkan penerimaan PNS dengan model re-distribusi. Artinya, bila ada tenaga yang masih bisa diberdayakan, tentu diberdayakan untuk mengisi posisi yang dibutuhkan itu. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya