Berita

Hukum

Oknum Brimob Penembak Satpam Dipastikan Lalai

KAMIS, 07 NOVEMBER 2013 | 14:57 WIB | LAPORAN:

Penyidik Polrestro Jakarta Barat masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Briptu Wawan, anggota Korps Brimob yang menembak mati Bachrudin sekuriti komplek Seribu Ruko, Cengkareng.

"Ini kelalaian saja, fatal akibatnya karena main-main dengan senjata sehingga orang lain meninggal dunia," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Kamis (7/11).

Dia mengungkapkan, sebagai pembina tim sekuriti komplek Seribu Ruko, Briptu Wawan merasa bertanggungjawab atas kondisi keamanan komplek perniagaan tersebut. Karenanya, Briptu Wawan marah setelah mengetahui Bachrudin tidak berada di tempat penjagaan semestinya. Kemudian, dia memberi hukuman push up yang ditolak Bachrudin karena merasa tidak bersalah.


"Di situ, dari pelaku ini akan menakut-nakuti korban dengan mengacungkan pistol ke depannya, ternyata meletus. Apapun alasannya, perbuatan itu salah, apalagi sampai menyebabkan orang meninggal dunia," jelas Rikwanto.

Menurutnya, saat ini penyidik baru menerapkan pasal pidana kepada Briptu Wawan yakni pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Sementara, untuk pelanggaran kode etik dan disiplin anggota Polri juga masih diproses.

"Ini sedang proses. Tentunya secara internal dari kesatuannya tetap akan memproses secara kode etik profesi. Sambil berjalan bersamaan nanti prosesnya," tegas Rikwanto.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

KPK Segel Sejumlah Lokasi Usai OTT Pemalang

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:59

Bupati Pemalang Diduga Terima Uang Proyek hingga Jual Beli Jabatan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:52

Prabowo Minta Pamong Praja Tinggalkan Birokrasi Berbelit, Utamakan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:47

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK Saat Berada di Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:40

Piala Dunia Dongkrak Penjualan, Coca-Cola Naikkan Target Laba 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:34

Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:32

Kaesang Punya Loyalis Tapi PSI Belum Tentu Lolos Senayan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

Penasihat PWI Pusat Minta Laporan Polisi terhadap Hotman Paris Dilanjutkan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

OTT Pemalang, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:26

Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Buruh hingga Petani

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:15

Selengkapnya