Berita

Hukum

Terkait Akil, Wali Kota Palembang Digarap Penyidik KPK Jumat Lusa

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 22:15 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wali Kota Palembang, Romi Herton. Dia akan diperiksa sebagai saksi dalam perkara penerimaan hadiah (gratifikasi) sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi yang menjerat Akil Mochtar, Jumat (8/11) pekan ini.

"Betul, dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AM (Akil Mochtar)," kata Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di kantor KPK, Jakarta, Rabu (6/11).

Johan masih belum menjelaskan secara detail keterkaitan Romi dalam perkara gratifikasi yang menjerat bekas Ketua MK tersebut. Tapi, dia diperiksa karena diduga mengetahui mengenai ikhwal terjadinya perkara tersebut.


Akil Mochtar sebelumnya sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara suap sengketa pilkada di Kabupaten Lebak, Banten dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Dalam pengembangannya, KPK kemudian menetapkan Akil sebagai tersangka penerima gratifikasi terkait penanganan sengketa pilkada lainnya.

Paling anyar, KPK juga menjerat Akil dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). KPK menemukan bukti permulaan berupa aset yang diduga hasil TPPU yang dilakukan oleh Akil sebelum dan pasca-2010.

Karena itu, selain sengketa Pemilukada Lebak dan Gunung Mas, KPK juga menelusuri dugaan Akil menerima gratifikasi terkait penanganan sengketa Pemilukada Kota Palembang dan Kabupaten Empat Lawang, Sumsel.

Beberapa waktu lalu, penyidik KPK sudah menggeledah kantor dan rumah Wali Kota Palembang Romi Herton dan Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri. Selain itu, sejumlah pejabat Pemkot Palembang dan Pemkab Empat Lawang juga sudah diperiksa. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

KPK Segel Sejumlah Lokasi Usai OTT Pemalang

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:59

Bupati Pemalang Diduga Terima Uang Proyek hingga Jual Beli Jabatan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:52

Prabowo Minta Pamong Praja Tinggalkan Birokrasi Berbelit, Utamakan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:47

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK Saat Berada di Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:40

Piala Dunia Dongkrak Penjualan, Coca-Cola Naikkan Target Laba 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:34

Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:32

Kaesang Punya Loyalis Tapi PSI Belum Tentu Lolos Senayan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

Penasihat PWI Pusat Minta Laporan Polisi terhadap Hotman Paris Dilanjutkan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

OTT Pemalang, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:26

Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Buruh hingga Petani

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:15

Selengkapnya