Berita

surya paloh/net

Politik

Surya Paloh: Nasdem Butuhkan Kaum Pergerakan, Bukan Oportunis

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 18:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Militansi kader yang berada di Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) memiliki kekuatan penting untuk memenangkan Paryai Nasdem dalam Pemilu 2014 mendatang.

"Kekuatan yang menentukan menang atau kalahnya kita (Nasdem) adalah saudara-saudara. Saudara-saudaralah penentu kemenangan Nasdem pada Pemilu 2014 mendatang," ujar Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, saat Temu Kader dan Pelantikan Pengurus DPRt Partai Nasdem se-Pulau Lombok, di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (6/11).

Menurut Surya, inti kekuatan partai terletak pada kemampuan mobilisasi dan konsolidasi yang dilakukan secara efektif dan sungguh-sungguh, serta militansi yang tinggi dari seluruh kader yang berada di tingkat ranting


Ia mengaku kehadiran Partai Nasdem sebagai partai baru menjadi pertanyaan dari berbagai kalangan, khususnya yang berkaitan dengan konsistensi partai. Terlebih saat ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik terus menurun akibat tidak optimalnya pendidikan politik yang diberikan oleh partai-partai lama, sehingga banyak politisi yang inkonsisten terhadap komitmennya dalam menjalankan amanah rakyat.Dengan kehadiran kaum pergerakan, Nasdem diuntungkan dan mendapatkan dukungan dari masyarakat.

"Kita butuh kaum pergerakan, bukan kaum oportunis yang hanya ingin mencari keuntungan di dalam partai. Kalau ini terjadi pada Partai Nasdem maka partai ini akan hancur," jelas Surya.

"Kita harus kerja keras dan mempersiapkan saksi-saksi yang mumpuni di tiap-tiap TPS untuk memantau jalannya Pemilu. Kita siapkan dua saksi dengan satu orang koordinator untuk memantau di TPS," tandasnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya