Berita

ilustrasi/net

Hukum

POLISI TEMBAK SATPAM

Briptu W Langgar Prosedur Anggota Polri

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 14:13 WIB | LAPORAN:

Anggota Korps Brimob Polri Briptu H alias W yang menembak seorang satpam hingga tewas di komplek Seribu Ruko, Cengkareng tadi malam dipastikan melanggar standar prosedur penggunaan senjata api.

"Kalau konsekuensi main-main senjata sudah jelas berat ya. Walaupun senjata itu kosong tidak boleh diacungkan ke orang lain, itu SOP-nya. Apa yang dilakukan pelaku ini sudah menyalahi ketentuan yang ada sampai menimbulkan korban tewas," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di kantornya, Rabu (6/11).

Menurutnya, senjata api jenis Revolver yang dibawa Briptu W sengaja diacung-acungkan kepada satpam Bachrudin lantaran marah karena petugas sekuriti itu tidak berada di tempat semestinya ketika Briptu W meninjau keamanan ruko.


Briptu W lantas menghukum Bachrudin dengan memintanya melakukan push up. Namun, karena tidak merasa bersalah satpam itu pun enggan menuruti.

"Di situ muncul amarah dari pelaku kemudian sambil ngomel dia mencabut senjata untuk menakuti korban. Namun, dalam prosesnya senjata meletus sehingga mengenai dada sebelah kiri dan korban meninggal," beber Rikwanto.

Karena itu, Briptu W terancam melanggar kode etik dan dispilin anggota Polri. Penyidik masih mendalami sejauh mana pelanggaran yang dilakukan anggota Korps Brimob tersebut.

"Dari kode etik nanti berjalan bersamaan dengan pemeriksan untuk masalah disiplin dan kode etik," tegas Rikwanto. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

KPK Segel Sejumlah Lokasi Usai OTT Pemalang

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:59

Bupati Pemalang Diduga Terima Uang Proyek hingga Jual Beli Jabatan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:52

Prabowo Minta Pamong Praja Tinggalkan Birokrasi Berbelit, Utamakan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:47

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK Saat Berada di Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:40

Piala Dunia Dongkrak Penjualan, Coca-Cola Naikkan Target Laba 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:34

Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:32

Kaesang Punya Loyalis Tapi PSI Belum Tentu Lolos Senayan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

Penasihat PWI Pusat Minta Laporan Polisi terhadap Hotman Paris Dilanjutkan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

OTT Pemalang, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:26

Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Buruh hingga Petani

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:15

Selengkapnya