Berita

girindra sandino/net

Politik

KIPP: Kemendagri dan KPU Harus Jujur, Jangan Saling Jatuhkan

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 12:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kisruh daftar pemilih tetap (DPT) yang terjadi saat ini diduga kuat berawal dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Demikian disampaikan Koordinator Kajian Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Girindra Sandino, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 6/11). Permasalahan dalam DP4 itu antara lain seperti tidak ada nomor induk kependudukan (NIK). Karena buruknya data dari Kemendagri, berdasarkan pengaduan dari KIPP Daerah, KPU Daerah menggunakan data pemilih dari Pilkada terakhir (copy paste).

"Tidak mengherankan ketika DP4 Kemendagri disandingkan dengan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), terdapat perbedaan yang signifikan, seperti 20,3 juta pemilih yang tidak ada di DP4 namun muncul di DPSHP/DPT," ujarnya.


KIPP Indonesia berharap Kemendagri dan KPU memberikan penjelasan yang jujur dan transparan. Kemudian, perbaikan DPT 10,4 juta setelah pengesahan Senin malam kemarin harus dikawal semua pihak, seperti pemerintah, KPU, Bawaslu, pegiat pemilu dan masyarakat demi kualitas pemilu 2014 yang baik dan terjaminnya hak konstitusional warga negara. Juga antisipasi masalah yang akan terjadi seperti persediaan logistik.

"Kami yakin pemilu 2014 berjalan sukses jika semua pihak saling bekerjasama bukan saling menjatuhkan," tandasnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya